Ketua KPU Boyolali, Siswadi Sapto Harjono mengatakan, upaya ini untuk memudahkan pengawasan surat suara. Selain KPU, pengawasan juga melibatkan kepolisian. Setiap sudut GOR juga dilengkapi kamera CCTV.

” Lebih aman disini. Sebelum hari-H pencoblosan, logistik sudah sampai di TPS-TPS se Boyolali,” terang Siswadi kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (10/8).

Siswadi menyatakan, logistik pemilihan untuk 1.645 TPS yang tersebar di 267 desa dan kelurahan. Distribusi dimulai 22-25 Juni. Proses penyortiran dan pelipatan surat suara sudah rampung.  Kelengkapan lain, seperti kertas suara, tinta, segel, formulir model C, kotak suara, dan lain sebagainya juga sudah dilakukan screening.

Dalam proses screening, KPU melibatkan Petugas Pengawas Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Termasuk memisahkan logistik yang berada di dalam dan di luar kotak suara. Logistik di dalam kotak suara tersebut selanjutnya digembok dan disegel.

”Kuncinya juga dimasukkan ke dalam amplop dan disegel lagi,” bebernya.

Menurut Siswadi, belum didistribusikannya logistik pilgub oleh KPU Boyolali demi faktor keamanan saja. Sebab, rentang waktu pelaksanaan pencoblosan terbilang lama. Ditambah bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri.

”Kalau masih disimpan KPU, pengawasannya bisa maksimal,” tegasnya.

Setelah Lebaran, logistik pemilu akan didistribusikan ke PPK. Setelah itu, dilanjutkan ke PPS dan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Saat ini seluruh logistik pilkada itu sudah dikemas di dalam kotak suara.

(rs/wid/fer/JPR)