Kerbau yang mengamuk tersebut akhirnya terpaksa dilumpuhkan oleh petugas kepolisian. Kerbau baru bisa dilumpuhkan setelah dilakukan penembakan hingga sekitar 25 tembakan.

Kejadian bermula saat pada Rabu (13/6) sekitar pukul 14.00 WIB, ada seekor kerbau masuk ke dalam rumah Dayat (58) warga RT 2 RW 8 Desa Tahunan kecamatan Tahunan. Kerbau tersebut menyerang korban hingga menyebabkan luka pada kaki.

Setelahnya kerbau tersebut keluar melewati kaca rumah sehingga menyebabkan kaca rumah pecah. Tak berhenti sampai di sana, kerbau tersebut lari melewati Jalan Soekarno Hatta menuju Desa Senenan sambil mengamuk di sepanjang jalan.

Pada saat itu, Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah melintas dan melihat kerbau sedang lari dan mengamuk. Tidak diketahui secara pasti penyebab kerbau tersebut mengamuk. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pihak Polsek Tahunan. Dia dan personil Polsek Tahunan kemudian mendatangi kerbau yang saat itu ditemukan berada di RT 9 RW 3 Dukuh Krajan Desa Senenan. Di sana, kerbau itu juga menyerang beberapa warga hingga mengalami luka.

Dikatakan Kompol Aan, karena membahayakan, pihaknya diikuti anggota yang lain terpaksa melepas tembakan untuk melumpuhkan kerbau tersebut. Hingga sekitar 25 tembakan kerbau tersebut baru bisa dilumpuhkan. Setelahnya, kerbau disembelih oleh modin Mushala Nurul Huda Desa Senenan, Umar.

Aan melanjutkan, sekitar pukul 15.30, pemilik kerbau Fika (46), warga RT 5 RW 3 Desa Pekalongan datang ke lokasi. Dia menyatakan, kerbau tersebut merupakan hasil iuran sekitar 100 warga Desa Pekalongan yang rencana akan disembelih pada hari raya Idulfitri. ”Setelahnya dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan antara pemilik kerbau dan pihak korban,” imbuhnya.

(ks/emy/him/top/JPR)