Kejadiannya Sabtu (17/2) siang sekitar pukul 14.00. Pikap korban yang diparkir di garasi tiba-tiba keluar.

Lastari beserta tiga tetangga korban lainnya yang mengetahui kendaraan bak terbuka tersebut tidak dikemudikan Sudariyanto, berusaha menghadang. Namun, maling tersebut tetap nekad. Setelah sempat menyerempet para saksi, mereka kabur.

Upaya menghentikan aksi maling sudah dilakukan. Salah satunya dengan melempat batu. Namun, lemparan tersebut mengenai bagian pintu kiri hingga peyok.

Sejumlah saksi yang membuntuti melihat pikap tersebut berpapasan dengan anggota komplotannya yang menaiki Toyota Silver di sebuah warung. Pelat nomornya M. Mobil tersebut kabur ke barat. 

Kasubbag Humas Polres Tuban Iptu Agus Edy mengatakan, karena gagal mengejar, keempat saksi itu melaporkan ke pemilik pikap.

Meski mobil yang dioperasikan pelaku memiliki ciri yang sama dengan aksi sebelumnya di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, namun belum bisa dipastikan apakah mereka juga orang yang sama. ‘’Pelaku masih dalam lidik,’’ ujarnya.

Selain satu unit kendaraan niaga, pelaku juga menggondol BPKB kendaraan yang berada di dalam dompet gantungan kunci. Pencurian dengan sasaran pikap terjadi di Bumi Wali sepekan terakhir.

Selasa (14/2) pagi, Adang Hermawan kehilangan pikap Suzuki Carry Futura nopol B 1972 HI miliknya. Pikap tersebut lenyap beserta STNK dan BPKB yang turut dirampas pelaku.

Kronologi kejadian tersebut bermula saat Adang yang hendak ke Surabaya dipepet mobil Toyota Avanza dari arah yang sama. Ketika dipepet, spionnya patah karena bersenggolan dengan bodi mobil pelaku.

Setelah dia berhenti, delapan pelaku meminta Adang turun. Begitu turun, Adang ditodong dan dipindahkan ke mobil Avanza. Sebelum kabur membawa pikap hasil kejahatannya, korban dibuang di kawasan hutan.

(bj/dka/yud/ds/bet/JPR)

Source link