Wali kota yang akrab disapa Risma ini menegaskan, melalui aplikasi ini RT/RW se-Surabaya bisa memantau kehidupan warganya. Sekaligus mendeteksi secari dini perilaku atau tindakan yang menyimpang di kehidupan bermasyarakat. Sipandu memuat beberapa pertanyaan seputar keluarga yang sedang pergi lama, tidak tetap, maupun pendataan bukan penduduk Surabaya. “Jadi bisa terkontrol dan cepat,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, apabila sudah mengisi semua pertanyaan, user harus masukkan NIK dan alamat lalu menjelaskan keberadaan keluarga tersebut. Kemudian, memasukkan salah satu data pribadi keluarga seperti SIM, KK, KTP lalu klik simpan. Sipandu juga bisa diakses oleh Forpimda sehingga semua bisa terkontrol. “Kami ingin RT/RW bisa ikut menjaga kondisi warganya,” terangnya.

Menurutnya, saat arus balik nanti ketua RT/RW harus jemput bola terhadap penduduk baru yang datang. Baik itu dalam pendataan yang nantinya dimasukkan dalam Sipandu. Melalui data tersebut nantinya warga bisa terdeteksi dengan baik. “Termasuk bisa memberikan laporan jika ada penyimpangan yang nantinya ditindaklanjuti oleh aparat,” ucapnya.
Wali kota dua periode ini berharap, adanya teroris yang menebar teror di Surabaya bisa dihilangkan. Dengan sama-sama peduli terhadap masyarakat dan menjaga lingkungan, maka Surabaya akan aman. “Laporkan jika ada yang mencurigakan biar aparat yang bertindak. Jangan sungkan-sungkan demi keamanan semuanya,” jelasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jek/JPR)