Wisata Waduk Pitaloka masih ramai pengunjung. Pada liburan tahun baru kemarin, warga dari luar Situbondo banyak yang datang

HABIBUL ADNAN, Kapongan

Kakak beradik itu terlihat begitu menikmati pemandangan waduk dari atas perbukitan. Mungkin karena penasaran, mereka berdua turun hanya untuk menyaksikan dari dekat waduk tersebut.

Keduanya tampak berlari-lari mengelilingi sekitar waduk. Merasa puas bermain dengan fasilitas yang disediakan, mereka memutuskan menaiki sebuah bukit yang ada mengililingi waduk.

Kakak beradik asal Kecamatan Prajekan, Bondowoso itu menghentikan langkahnya. Dua bersaudara yang mengaku bernama Ita Purnamasari dan Riyanto itu mengurungkan niatnya. Pasalnya, di depan matanya tersaji pemandangan tidak pantas. Sepasang muda-mudi sedang berpacaran.

Ita mengaku, tindakan pemuda yang dilihatnya memang tidak berlebihan. Hanya duduk berduaan di tempat sepi. “Tapi saya merasa risih lihatnya karena banyak orang,” katanya.

Karena itu, dia berharap agar ada larangan berpacaran di tempat itu. Bila perlu, dipasangi papan imbauan untuk tidak melakukan tindakan mesum. “Untuk mengantipasi hal-yang tidak-tidak diinginkan,” katanya.

Dia menambahkan, Waduk pitaloka adalah tempat liburan yang sangat bagus. Bgai masyarakat yang ada di desa-desa, terangnya, banyak warga memilih wisata waduk yang ada di Desa Curah Cottok, Kecamatan kapongan itu.

Ita mengatakan, dirinya kerap mengunjungi tempat tersebut. Akan tetapi belakangan ini dia menilai belum ada perubahan siginifikan. “Masih terlihat seperti dulu, belum digarap secara optimal,” ujarnya.

Karena itu, dia berharap kepada pihak terkait untuk mengelolanya dengan maksimal. Jika hal tersebut dilakukan, pengunjungnya akan semakin banyak. “Karena asyik disini,” tambahnya.    

Novi Januarita, pengunjung yang lain mengaku, Waduk Pitaloka sangat bagus sebagai tempat liburan. Pemandangan alam yang terdiri dari perbukitan menyajikan destinasi yang indah. “Saya kira cukup bagus untuk dijadikan tempat wisata alternatif,” katanya.

Permpuan asal Kecamatan Panji itu juga setuju dilakukan pembenahan. Misalnya disediakan fasilitas beselancar, seperti perahu bebek. “Waduk juga perlu dibersihkan karena masih kotor,” katanya.

Dia juga mengakui sempat melihat pemandangan tidak pantas. Yaitu pasangan muda-mudi yang sedang bermesaraan. Karena itu, dia juga mendukung jika ada imabauan larangan mesum. “Biar pengunjung yang lain tidak terganggu,” katanya.

Yang disayangkan, ada beberapa pemuda yang tidak risih mempertontonkan aksi bermesraannya tersebut. “Saya lewat dihadapan mereka. Tapi anehnya, mereka sama sekali tidak malu. Saya harap agar ada razia juga,” pungkas Novi.

Source link