PERAWATAN: Salah satu korban mendapat perawatan di mobil ambulans sebelum dilarikan ke rumah sakit
(Istimewa)

NEGARA – Kecelakaan lalu lintas di jalur tengkorak Jalan Denpasar – Gilimanuk untuk kali kesekian kembali terjadi.

Selasa (29/5) siang kemarin, dua unit mobil terlibat kecelakaan di Jalan Denpasar – Gilimanuk kilometer 71 – 72, Dusun Medewi Persinggahan, Desa Medewi, Pekutatan.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak enam orang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka serius.

Menurut informasi, kecelakaan tersebut terjadi Selasa siang sekitar pukul 13.15 wita. Kecelakaan melibatkan truk L 9706 US yang dikemudikan Mochamad Taufik, 36, dengan mobil keluarga DK 1080 QS yang dikemudikan Adi Cahyadi, 46.

Karena kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan berada di badan jalan, sempat membuat kemacetan panjang dari dua arah.

Kasatlantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi ketika mobil keluarga KIA DK 1080 QS

bergerak dari arah Denpasar menuju Gilimanuk, tiba di lokasi kejadian dengan kondisi jalan tikungan tajam ke kiri keluar dari jalur.

Disaat bersamaan dari arah berlawanan atau arah Gilimanuk – Denpasar datang truk Isuzu L 9706 US sehingga terjadi tabrakan.

Laka Lantas

RUSAK: Mobil KIA DK 1080 QS ringsek di bagian depan usai terlibat adu jangkrik dengan truk di jalur tengkorak
(Istimewa)

“Pengemudi mobil keluarga tidak mampu menguasai kendaraannya hingga masuk jalur berlawanan,” jelasnya.

Kecelakaan tersebut menyebabkan pengemudi dan lima orang penumpang yang masih satu keluarga tersebut mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit umum negara (RSU) Negara dan Puskesmas Pekutatan.

“Semua korban luka ringan, pengemudi truk yang terlibat kecelakaan selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, kecelakaan tersebut diduga akibat kurang hati-hati pengemudi mobil keluarga pada saat memasuki jalan menurun disertai tikungan tajam ke kiri hingga masuk jalur berlawanan.

Sehingga terlibat kecelakaan dengan truk yang datang dari arah berlawanan. Menurut salah satu kerabat penumpang mobil nahas tersebut, sopir dan semua penumpang dalam mobil masih dalam satu keluarga tinggal di Sanur, Denpasar.

Kemarin pada saat penampahan Hari Raya Galungan bermaksud akan pulang kampung ke rumah kakeknya di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara untuk persembahyangan.

“Semua masih satu keluarga. Untung tidak fatal, hanya luka ringan,” kata salah satu kerabat korban di RSU Negara.

(rb/mus/bas/mus/JPR)

Source link