Meski sudah masuk skuad Timnas, tetapi Ayu Ratnasari tidak ingin terlalu jemawa. Masih banyak pekerjaan rumah yang dimiliki Ayu Ratnasari dari sang pelatih Satia Bagdja.

“Jujur, persaingan cukup ketat disini (Timnas Sepakbola Putri). Apalagi bisa dibilang status pemain masih seleksi. Yang utama yang perlu saya benahi adalah meningkatkan teknik dan fisik.

Percuma kalau teknik bagus tapi fisiknya yang kurang maksimal,” terang pesepakbola putri asal Desa Petang, Kabupaten Badung ini.

Sebagai pencatat sejarah, dia ingin mempersembahkan sesuatu yang lebih besar untuk Bali. “Saya harus bisa berusaha membawa nama Bali terbang tinggi lagi.

Apalagi di skuad Timnas sekarang hanya saya yang dari Bali,” terang pesepakbola berusia 19 tahun ini.

Meskipun masih ada tantangan untuk lebih meningkatkan fisik lagi, tetapi Ayu Ratnasari mengaku secara umum ada tantangan terbesar yang dihadapi.

Tantangan itu adalah bagaimana memperbaiki mental bertanding agar lebih baik lagi. Sebab dalam dua pertandingan uji coba melawan timnas Putri Thailand beberapa waktu lalu, Ayu Ratnasari dkk harus kalah 13-0.

“Target awal kami bisa lebih baik di AFF dulu. Apalagi kami masuk di grup B dengan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Singapura,” ungkapnya.

Untuk masalah chemistry, putri dari I Dewa gede Adnyana dan Ni Wayan Ratni ini mengatakan bahwa chemistry antar pemain sudah terjalin cukup baik meskipun persaingan untuk merebut posisi gelandang sangat besar.

“TC di Sawangan sudah tiga bulan. Sudah lumayan lama kami sama-sama. Yang penting saya harus bersaing diposisi gelandang karena posisi gelandang banyak dipindah ke posisi sayap,” tutupnya.

(rb/lit/mus/mus/JPR)

Source link