Odi, 21, petugas agen bus PO Putera Mulya di Terminal Ir. Soekarno mengaku animo calon penumpang sudah nampak sejak 1 Juni lalu. Rata-rata mereka memesan untuk anggota keluarganya.

”Ternyata pemudik dari Jakarta sudah telepon dulu ke keluarganya di Klaten untuk dipesankan tiket balik. Mereka khawatir jika tidak dipesan sejak awal, bisa kehabisan tiket. Saat ini sudah ada 20 calon penumpang yang memesan tiket tujuan balik ke Jakarta,” terang Odi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Terkait harga tiket, mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Mengenai batas atas dan bawah. Termasuk kebijakan dari perusahaan yang menerapkan harga tiket yang berbeda setiap harinya, khusus arus balik. Alhasil, calon penumpang banyak yang memesan tiket kepulangan lebih awal karena harganya lebih murah.

Tarif jurusan Klaten-Jakarta pada 15 Juni-17 Juni Rp 165 ribu. Sementara untuk pemberangkatan 18-24 Juni, sudah naik jadi Rp 340 ribu. Harga tiket tersebut untuk kelas VIP.

Meski harga tiket mengalami kenaikan secara berjenjang, banyak masyarakat yang meminatinya. Rata-rata calon penumpang bisa memakluminya. Contohnya Tia, 41, warga Kecamatan Kebonarum.

”Cari tiket jurusan Cilegon. Jatuhnya Rp 260 ribu. Padahal kalau normal hanya Rp 160 ribu untuk keberangkatan 29 Juni. Mau bagaimana lagi, namanya juga Lebaran, pasti harganya naik,” bebernya.

Mengawasi kenaikan harga tiket bus, pihak pengelola terminal telah mengimbau untuk melakukan pembelian di dalam terminal. Pihak terminal pun juga menyiapkan posko pengaduan jika ada calon penumpang yang merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket.

(rs/ren/fer/JPR)