Rupanya, maling sengaja mematikan jaringan kamera CCTV sebelum menggasak uang tunai sekitar Rp 7 juta dan sejumlah pakaian dari toko di jalan raya Magetan-Sukomoro itu. Polisi tengah mendalami isi rekaman kamera pengintai untuk mencari pelakunya. 

‘’Sebenarnya kamera CCTV online 24 jam,’’ kata Fetria Veronica, pemilik toko.

Fetria menjelaskan, usai kejadian diketahui monitor kamera CCTV diperiksa sudah mati. Pun colokan kabel kamera terlepas. 

Dia menduga itu ulah pelaku agar aksi pencuriannya tidak terekam. Dugaan lain, pelaku menyalakan lampu ruangan yang sebelumnya padam untuk memastikan ada tidaknya kamera pengawas. 

‘’Kalau malam, yang menyala hanya lampu depan toko. Penjaga yang datang pagi tadi (kemarin, Red) mendapati lampu dalam ruangan mati,’’ paparnya.

Dia mengungkapkan, aksi pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut diketahui sekitar pukul 08.00 Wib oleh penjaga toko. Karyawannya yang sif pagi itu mendapati meja kasir dalam kondisi acak-acakan. 

Setelah diperiksa lebih teliti, uang tunai sekitar Rp 6 juta hasil penjualan pakaian dan mainan sekitar Rp 1 juta yang tersimpan di dalam laci amblas. 

Kapolsek Magetan Kota AKP Munir menduga pelaku lebih dari satu orang. Aksi dilakukan pada dini hari. Munir mengatakan, pihaknya baru sebatas mengamankan kamera CCTV untuk diperiksa lebih lanjut. 

‘’Masih lidik dengan unit Sat Reskrim Polres Magetan,’’ tandasnya.

(mn/jpr/sib/sib/JPR)