DEMAK – Rombongan calon perangkat dan panitia dari Desa Rendeng, Sale, Rembang, mengalami kecelakaan di jalan pantura Karanganyar, Demak, kemarin. Masing-masing seorang calon perangkat dan panitia dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus. Sementara dua calon perangkat lainnya bisa melanjutkan perjalanan ke Undip (Universitas Diponegoro).

Mobil yang ditumpangi tiga calon perangkat Desa Rendeng dan seorang panitia pengisian perangkat desa setempat berangkat dari Sale pada Kamis (30/11) sekitar pukul 02.00 dini hari. Mereka hendak ke Undip untuk mengikuti tes perangkat desa. Namun, mobil Toyota Avanza putih yang ditumpangi para korban mengalami kecelakaan di jalan pantura Karanganyar, Demak.

Camat Sale Kunardi mengaku, menerima informasi kalau rombongan tersebut mengalami kecelakaan ketika dia perjalanan dari Rembang ke Semarang. Dia sejatinya juga akan menyusul ke Undip.

”Saya berangkat dari rumah habis Subuh. Di perjalanan dengar kabar kalau ada rombongan dari Rendeng, Sale, kecelakaan,” jelasnya.

Kunardi kemudian menjenguk korban yang sudah dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. Dia tak tahu pasti penyebab kecelakaannya. Yang jelas itu kecelakaan tunggal. Berdasarkan keterangan para korban, sopir diduga mengantuk. Sehingga mobil terperosok ke sawah di pinggir jalan pantura.

Mobil tersebut ditumpangi empat orang termasuk pengemudi. Tiga di antaranya calon perangkat yang akan ikut seleksi. Satu lainnya merupakan panitia pengisian perangkat dari desa setempat.

Akibat kecelakaan itu, dua orang harus menjalani perawatan di RS Mardi Rahayu. Yakni, Imam Sumarlan selaku panitia, dan Ahmad Minan sebagai calon perangkat desa. ”Dua orang yang ikut saya lupa namanya. Yang dirawat, satu panitia dan satu calon perangkat,” imbuhnya.

Menurut pengamatan Kunardi, kondisi dua korban yang dirawat mengalami luka di kepala dan bibir. Namun dia tak sempat berbincang dengan keduanya. Sebab, ketika sampai di rumah sakit, mereka sedang ditangani tim medis di ruang IGD. Sedangkan, Kunardi dan dua korban lainnya kemudian melanjutkan perjalanan ke Undip.

Ditanya soal nasib Ahmad Minan dalam seleksi perangkat, dia langsung dinyatakan gugur. Sebab, tes untuk perangkat desa yang bersangkutan hanya digelar kemarin. ”Ya tidak bisa ikut tes, gugur,” jelasnya. 

(ks/lid/lil/aji/JPR)