KUNJUNGAN kerja (kunker) pimpinan dan Komisi D DPRD Surabaya ke London, Inggris memberikan banyak manfaat bagi perkembangan pendidikan di Surabaya. Beberapa metode model pembelajaran di London diharapkan bisa diaplikasikan di Kota Metropolis Surabaya.

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sudah seharusnya Surabaya sejajar dengan kota lain di dunia dalam prestasi pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya melalui jenjang pendidikan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Ketua DPRD Surabaya Armuji yang ikut dalam kegiatan kunker tersebut mengatakan, kunker ke London untuk melihat langsung implementasi kebijakan dan strategi pendidikan. Pemilihan London sebagai tempat belajar dikarenakan mempertimbangkan banyaknya sekolah maju bertaraf internasional yang berusia ratusan tahun, serta majunya sistem pendidikan sekolah menengah di sana.

“Kami ingin kemajuan pendidikan di London bisa ditiru oleh Surabaya,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, dalam kunker tersebut pimpinan DPRD dan Komisi D juga mengikuti kursus pendek tentang pengelolaan pendidikan sekolah menengah. Kursus itu sendiri menghadirkan pakar, konsultan dan praktisi pendidikan yang berpengalaman menangani pencapaian standar pendidikan di Inggris dan di negara lainnya.

Wakil rakyat dari Surabaya tersebut juga melihat langsung praktek pembelajaran di salah satu sekolah di London, City of London School. Menariknya, sekolah yang berdiri sejak tahun 1442 ini, adalah salah satu sekolah yang hanya mengajar siswa putra. Sekolah tersebut menyediakan pendidikan anak bagi sekitar 900 anak laki-laki berusia 10 sampai 18 tahun dan mempekerjakan sekitar 100 staf pengajar dan 100 staf non pengajar lainnya.

Di sekolah ini para anggota dewan merasakan langsung atmosfer sekolah. Seorang siswa langsung mendekati seorang anggota dewan dan bertanya, bisakah anda memberikan donasi kepada sekolah kami. Rupanya sang siswa sedang dalam tugas kemanusiaan sekolah dalam rangka menjalankan konsep pendidikan holistik yang diajarkan kepada para anggota dewan di pelatihan.

Selain itu, anggota dewan ikut merasakan langsung suasana makan siang di kantin sekolah. Di tempat tersebut sangat dirasakan pelajaran kemandirian dan interaksi sosial yang saling menghormati dan penuh ketertiban. Dilanjutkan dengan keliling melihat dan mengamati semua fasilitas sekolah yang berlokasi di dekat Millenium Bridge yang melintasi sungai Thames itu. “Kami mengelilingi fasilitas sekolah dan melihat suasana belajar yang tertib, disiplin dan saling menghormati,” ujar Armuji.

Alumni dari sekolah ini beberapa di antaranya adalah tokoh besar kelas dunia. Seperti Perdana Menteri HH Asquith, pahlawan perang dunia pertama Theodore Bayley Hardy, ilmuwan pemenang hadiah Nobel Frederick Gowland Hopkins dan Peter Higgs, Hakim Mahkamah Agung Lawrence Collins, kapten Kriket Mike Brearley dan penulis pemenang Hadiah Booker Kingsley Amis dan Julian Barnes. Aktor Daniel Radcliffe, pemeran film Harry Potter juga pernah menempuh pendidikan di sekolah ini.

Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Surabaya juga bertemu dengan pemateri, David Boddy dan Direktur Akademik Asis Anglo School yang juga mantan produser dan reporter BBC News selama 12 tahun, Victoria Davies Jones. Keduanya memberikan masukan pentingnya peningkatan standar pengelolaan pendidikan. Salah satu caranya adalah dengan pemberian porsi perhatian yang lebih besar terhadap mutu guru dan mutu pengajaran. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)