BALI EXPRESS, MANGUPURA-Surat suara untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali telah diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung, Senin (21/5). Kegiatan melipat surat suara tersebut pun dimulai Selasa kemarin (22/5). Sementara, ditemukan tiga surat suara yang rusak.

Ketua KPU Badung, AA Gede Raka Nakula kemarin menjelaskan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Badung berjumlah 358.125 orang. Sementara, total surat suara yang diterima dan dilipat berjumlah 367.348 lembar, yang dibagi dalam 148 boks. “Jumlah 367.348 ini sudah termasuk cadangan. Karena sesuai aturan masing-masing TPS harus tersedia surat cadangan sebanyak 2,5 persen,” terangnya.

Dari kegiatan pelipatan surat suara yang dilakukan di Gedung KPU Badung, Jalan Raya Kebo Iwa Nomor 39 Denpasar tersebut, Raka Nakula mengakui, sementara ada tiga surat suara yang rusak. Ada yang robek, salah cetak berupa tidak ada kolom tanda tangan KPPS, dan salah cetak berupa foto paslon terpotong. “Sementara baru kami temukan tiga yang rusak,” tegasnya.

Dalam kegiatan pelipatan surat suara, dilibatkan tenaga berjumlah 50 orang. Mereka bekerja sejak pukul 08.00 hingga 17.00. Upah yang diberikan adalah Rp 100 per lembar dipotong pajak. “Kami targetkan, pelipatan selesai dalam waktu enam hari. Sedangkan pelaporan jumlah surat suara yang sudah terlipat dan yang rusak kami lakukan tiap hari,” tegasnya.

Di samping itu, pelipatan surat suara juga diawasi ketat oleh pihak KPU dan kepolisian. Para petugas yang melipat dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah kegiatan pelipatan. Para petugas dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin satu orang koordinator. Para petugas pelipat ini tidak direkrut dengan sistem khusus, melainkan memang orang-orang yang sudah pernah melipat suara pada pemilu sebelumnya atau keluarganya. “Tidak ada sistem khusus perekrutan. Mereka memang sudah pernah melipat surat suara sebelumnya,” tegas Raka Nakula.

Ditegaskan pula, surat suara tersebut akan tetap mendapat pengamanan ketat hingga Pilgub, 27 Juni mendatang. Termasuk saat hari raya keagamaan dalam waktu dekat. “Kami di KPU tidak kenal libur,” tandasnya.

(bx/adi/yes/JPR)

Source link