Dan, air yang diambil dari selokan, terlihat menguning. Ini mengindikasikan air bercampur minyak. Jika dibiarkan belarut-larut, menurut dia, tumpahan minyak ini pasti akan bedampak lingkungan dan warga sekitar. Belum lagi air dari selokan ini muaranya sampai di Sungai Bengawan Solo. Apalagi,

Menurut dia, selama ini sering sekali ada kejadian menimpa warga berdekatan dengan MGS Menggung. Seperti bau minyak mengandung H2S pada akhir 2017 lalu dan minyak tumpah ini. Belum ada mitigasi untuk penanggulangan bencana dini bagi warga sekitar. 

“Seharusnya biar warga itu tahu kalau ada kejadian bahaya itu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Salah satu warga Ngelo enggan disebutkan namanya mengatakan, sebenarnya kejadian ini bukan terjadi satu atau empat kali. Bahkan, sudah beberapa kali. “Ketika hujan malam-malam, terus saya melihat selokan ini saya melihat ada air campur minyak mengalir,” ujarnya.

Government & Public Relation Assistant Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Pandjie Galih Anoraga mengatakan, hingga kemarin Pertamina belum menemukan sebab rembesan minyak hingga mengalir ke selokan luar MGS Menggung. 

Pertamina masih melakukan pencarian penyebab terjadinya rembesan minyak. Langkah awal, menurut dia, melakukan tindakan preventif. “Kita sudah melakukan pencegahan dan siang sampai sore tidak diketemukan lagi,” kilahnya. “Paling tidak minggu ini akan ditemukan,” lanjut dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Dewi Tedjowati mengatakan, sudah mendapatkan laporan. Dan, DLH sudah melakukan konfirmasi. “Sudah saya tugaskan staf untuk cek lapangan,” ujarnya. 

(bj/fud/rij/bet/JPR)

Source link