Pada Madura Awards (MA) tahun ini terdapat empat nomine di kategori BUMD Leader. Kabupaten Bangkalan diwakili dua perusahaan. Yakni, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumber Pocong dan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sementara Kabupaten Sampang dan Sumenep sama-sama diwakili satu perusahaan. Kabupaten Sampang diwakili BPR Artha Sejahtera, sedangkan Kabupaten Sumenep diwakili PDAM. Sementara Kabupaten Pamekasan tahun ini tidak mengirimkan delegasi.

”Jumlah nomine kategori BUMD Leader lebih sedikit. Itu akan memudahkan penilaian. Tinggal memilih juara satu, dua, dan tiga. Tapi, sistem penilaiannya tetap sama. Yakni, faktual dan presentasi,” kata Kepala Event JPRM Moh. Sugianto.

Sugik –panggilan Moh. Sugianto– menjelaskan, penilaian kategori BUMD meliputi beberapa hal. Antara lain, kondisi keuangan di perusahaan tersebut. Misalnya, jumlah omzet dan peningkatan laba selama satu tahun.

Kemudian, sumbangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sebagai perusahaan pelat merah, semestinya memberikan pemasukan bagi daerah. ”Kita akan menilai apakah BUMD tersebut sehat atau tidak,” terang mantan Kepala JPRM Biro Bangkalan tersebut.

Kemudian, dampaknya pada masyarakat. BUMD tidak hanya berorientasi pada profit. Tapi, harus memberikan manfaat kepada warga, tergantung jenis usaha yang dijalankan. Untuk PDAM, misalnya, bagaimana pelayanan yang diberikan kepada para pelanggan.

Dijelaskan, tiap perusahaan akan diberi waktu untuk presentasi di hadapan dewan juri. Untuk memastikan kondisi di lapangan, juga dilakukan penilaian faktual. ”Penghargaan yang diterima perusahaan tersebut juga menjadi pertimbangan dewan juri,” tambah Sugik.

(mr/han/luq/bas/JPR)