“DIA sama seperti anak-anak lainnya, juga beraktifitas seperti biasa. Andi, ayah Daffa, mengatakan anaknya beraktifitas seperti anak-anak pada umumnya, yakni sekolah, mengaji maupun maupun bermain bola.

“Tidak pernah mengeluh sakit asalkan tidak disenggol (di perutnya),” katanya.

Ia menuturkan penyakit yang diderita Daffa ini dialaminya sejak lahir tahun 2006 silam. Menurutnya, awalnya di perutnya hanya ada luka kecil, seperti udel bodong. “Ketika itu pernah diperiksakan dan dokter merujuknya ke rumah sakit (salah satu RS di Surabaya). Dokter memerintahkan untuk operasi ketika umur satu tahun. Jadi posisi ususnya itu kecil tidak terburai,” jelasnya.

Suami dari Mike Hermawati ini mengatakan tahun 2007 dimulai operasi. Usai operasi, dokter memberikan kasa untuk melindungi ususnya agar tidak goyang. “Dokter bilang nanti kasanya menyatu dengan daging,” katanya kembali.

Ternyata, kasanya tidak menyatu dengan daging. Sebaliknya, jika tidak ditutupi, ususnya terlihat. Andi pun membawanya kembali ke dokter, tetapi dokter mengatakan tidak berani melakukan operasi karena risikonya tinggi. Bahkan dokter memvonisnya umur anaknya hanya tinggal tiga hingga tujuh bulan. 

“Namun saya percaya Allah dan anak saya tetap hidup sampai sekarang,” paparnya.

Andi menambahkan anaknya sehat dan aktivitas normal. Kalau buang air besar juga normal tapi kecil-kecil seperti kotoran kambing. “Kalau ke sekolah perutnya saya perban, terus saya lapisi dengan jaket dan saya taburi norit untuk menghilangkan bau,” jelasnya.

Bapak tiga anak ini mengaku baru enam bulan tinggal di kos bersama istri dan anaknya. Pria yang bekerja menjadi sopir online tetap ingin berusaha menyembuhkan Daffa. Bahkan pria yang mengaku sempat menjadi kontraktor ini telah menjual rumah dan mobilnya untuk pengobatan Daffa. (*/jee)

(sb/rek/rek/JPR)