Atrasia bilier adalah kondisi langka yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu. Biaya pengobatannya tidak murah. Apalagi ayah Gea, Wanto, 34, hanya buruh pabrik, sedangkan sang ibu Siti Supardiana, 34, adalah buruh di rumah makan.

Penyakit tersebut sudah diderita Gea sejak lahir. Dampaknya, untuk mendapatkan asupan gizi dari susu formula, harus dilewatkan hidung yang terpasang selang.

“Untuk biaya perawatan dan pengobatan cukup sulit karena sejumlah obat tidak di-cover asuransi kesehatan. Kalau susu formula ada bantuan dari yayasan di Kota Solo,” ujarnya saat menerima kunjungan unsur forkompimda Kecamatan Jaten di rumahnya Kampung Nilorejo, Desa Jetis, Kecamatan Jaten.

Pada tubuh balita yang sehari-hari diasuh kakeknya, Wakiman, 64, itu juga muncul benjolan kecil-kecil akibat cacat dari lahir. “Seharusnya kontrol ke rumah sakit. Tapi, karena terkendala ekonomi, anak saya hanya dibawa ke puskesmas,” tutur Wanto.

Camat Jaten Aji Pratama Heru yang datang bersama kepala Puskesmas Jaten menuturkan, perawatan Gea sebelumnya memang ditangani puskesmas. Tapi, karena obat-obatan yang dibutuhkan tidak tersedia di puskesmas, orang tua harus membeli sendiri obat-obat tersebut.

“Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait. Ini akan menjadi laporan kami ke pemkab agar segera ditindaklanjuti,” kata Heru.

(rs/rud/bay/JPR)