Pada kesempatan itu Rochineng memaparkan, pelaksanaan dana desa yang diterapkan melalui mekanisme PKT tentunya akan membawa dampak yang sangat besar bagi desa. Karena akan terjadi perluasan lapangan pekerjaan, penciptaan tambahan pendapatan bagi tenaga kerja lokal. Untuk di Kabupaten Gianyar pada tahun 2018, dana desa yang dialokasikan secara keseluruhan berjumlah Rp 51,971 miliar lebih untuk 64 desa. Sedangkan dana program PKT dialokasikan sebesar Rp 38,361 miliar lebih. Dana desa yang telah disalurkan sampai dengan bulan Juni 2018 di Gianyar sebesar Rp 31 miliar lebih.

Khusus untuk Desa Singakerta, pada tahun 2018 ini mendapaat dana desa sebesar Rp 1,506 miliar lebih. Sedangkan untuk program PKT dilaksanakan untuk 11 kegiatan dengan dana Rp 980 juta lebih.

“Penggunaan dana desa diarahkan untuk mendukung program satu desa satu produk unggulan, sejalan dengan apa yang dicanangkan di Kabupaten Gianyar,” jelas Rochineng.

Sementara itu Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, pada kesempatan kunjungan yang direncanakan selama dua hari ini akan mengunjungi sejumlah proyek pembangunan padat karya tunai yang dananya bersumber dari dana desa. Seperti pembangunan perbaikan dan pemeliharaan saluran irigasi beton Subak Mandi Delod Tukad, Desa Singakerta Ubud, sepanjang 64 m2 (337 m) dengan dana Rp 78.364.850. Kemudian perbaikan jalan lingkungan dengan paving di Desa Sayan, Ubud, sepanjang 2422 m2 dengan biaya Rp 461.204.650. Lalu pembangunan penangkaran burung Kokokan di Banjar Petulu Gunung sebanyak satu unit, dengan total biaya Rp 259.357.650.

Pada kesempatan kemarin, Menteri Eko Putro Sandjojo juga memberikan masukan pada para perbekel yang hadir, bahwa penggunaan dana desa tidak hanya bisa digunakan untuk membangunan fisik atau infrastruktur saja. Namun juga dimaanfaatkan untuk kegiatan lain, seperti misalnya pengentasan kemiskininan, kesehatan maupun pengelolaan lingkungan hidup. Misalkan saat ini yang lagi tengah disorot adalah penangan masalah stanting. Dana desa bisa digunakan program kegiatan peningkatan kebutuhan gisi, sehingga kasus stanting dapat ditekan.

Bahkan Menteri Eko Putro juga mengatakan, dana desa juga bisa digunakan untuk pengelolaan sampah di desa melalui bank sampah. Bank sampah yang dibentuk dengan dana desa bisa dikelola hingga menghasilkan penghasilan bagi desa.

Pada kesempatan itu, Menteri Eko Putro juga mengapresiasi keberhasilan Pemkab Gianyar, karena dana desa sudah dicairkan tahap pertama dan tahap kedua. Ini merupakan keberhasiln tersendiri, dimana ada daerah lainnya ada yang belum dicairkan tahap kedua.

“Dan mudah-mudahan sudah tersalurkan ke desa-desa penerima, hingga seratus persen, dan sekilas saya melihat di Kabupaten Gianyar pembangunan infrastruktur di desa-desa sudah sangat bagus. Jadi pengunaan dana desa bisa diarahkan ke non fisik,” sarannya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT Anwar Sanusi, Dirjen PPMD Kemendes PDTT Taufik Majid, Kepala Pusat Data dan Informasi Ifan Novik Augusta, Staf Khusus Menteri Indra Muda Salim, Kadis PMD Gianyar I Ketut Suweta dan para pendamping. 

(bx/ima/wid/yes/JPR)

Source link