Setelah negosiasi yang cukup alot, akhirnya pihak penyebe­rangan menyang­gupi untuk mengangkut 23 orang yang terdiri dari wanita tua dan anak-anak untuk ikut bersama KMP Sabuk Nu­santara 56.

Sedangkan 80-an orang lainya terpaksa harus menanti kapal lainya yang dijanjikan akan tiba di Banyuwangi pada tanggal 8 atau 9 Juni mendatang. Awalnya para penumpang tidak bisa menerima keputusan tersebut. Berulang kali mereka memprotes petugas yang menjaga pintu masuk ke dalam pelabuhan.

BERDESAKAN: Puluhan calon pemudik gratis mencoba menerobos pagar yang dijaga oleh petugas di Pelabuhan Tanjungwangi, kemarin (3/6).
(ARNINDHITA ARIFIN/RABA)

Sampai kemudian beberapa petugas ikut menenangkan pemudik agar tetap tenang dan menunggu kapal selanjutnya. “Kita sudah menunggu hampir tiga malam, ternyata sampai di sini tiket sudah habis. Tapi kita tidak diberi tahu,” sesal salah seorang pemudik sambil berlalu.

Penumpukan penumpang sebe­narnya sudah menjadi masalah tahunan. Tahun lalu hal yang sama juga terjadi. Namun, tahun lalu jumlah kapal yang disediakan lebih banyak, yaitu tiga unit. Se­dangkan tahun ini pelabuhan Tan­jung­wangi hanya menyediakan satu kapal, yaitu KMP Sabuk Nusantara 56. Alasannya KMP Sabuk Nusantara 27 sedang me­ngalami kerusakan dan satu kapal cadangan lainya juga mengalami hal yang sama.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi Agus Winartono usai memberangkatkan KMP Sabuk Nusantara 56 mengatakan, kapal tersebut sudah terisi sesuai dengan kapasitas maksimal. Kapal tersebut memiliki kapasitas 283 penumpang, namun kemarin (3/6) dimaksimalkan menjadi 383 penumpang.

“Kapal sebenarnya sudah dalam posisi maksimal, tapi kita lihat masih ada 110 pemudik yang su­dah menunggu ingin ke Madura. Setelah kita beri pendekatan in­tensif akhirnya mereka mau te­nang. Sekitar 20 orang wanita, orang tua dan anak-anak dari 110 itu kita naikkan dulu,” jelas Agus.

Sedangkan untuk puluhan pe­numpang lainya, Agus men­jan­jikan akan memberangkatkan meng­­gunakan KMP Sabuk Nu­santara 115 yang kemungkinan akan tiba pada tangga 8 atau 9 Juni mendatang. Jika kapal tersebut masih tidak menampung, ada kapal milik KPLP yang bisa digu­nakan pada tanggal tersebut. “Mereka rencananya kita data dulu. Nanti mereka akan kita ikut­kan KMP SN 115. Kita prioritaskan mereka untuk berangkat pada tanggal 8 atau 9 Juni. Saya sudah melapor ke Dirjen Hubla terkait masalah ini,” kata Agus.

Terkait nasib puluhan calon penumpang, GM Pelindo III Tan­jungwangi M. Nizar Fauzi mengatakan jika sementara me­reka ditampung di gedung milik Djakarta Lloyd dengan sarana MCK dan listrik. Selain itu, pihak Pelindo dan Dishub juga akan mem­berikan bantuan berupa makanan untuk sahur dan berbuka puasa selama para calon penum­pang menanti pemberangkatn kapal selanjutnya. “Kita tidak tahu nanti mereka semua menunggu di sini atau tidak yang jelas kita sediakan tempat menginap,” kata Nizar.

Sementara itu, Kasi LL ASDP Dishub Jawa Timur Gatot Subroto yang turun di lokasi menjamin kepada semua penumpang yang hari itu tidak terangkut, akan di­ikutkan KMP Sabuk Nusantara 115 yang berangkat pada 8 Juni mendatang. Para penumpang yang hari itu datang langsung didata oleh salah seorang ko­ordinator yang juga berasal dari para penumpang. “Nanti setelah jadwal kapal keluar, mereka yang sudah terdata akan kita beri kupon dan tiket dari Pelni, jadi mereka bisa langsung berangkat,”jelasnya.

Gatot belum bisa memprediksi apa­kah pada tanggal 8 nanti akan ada lonjakan penumpang kembali atau tidak. Yang jelas dia memas­tikan sekitar 80 lebih orang yang belum terangkut hari itu akan di­prioritaskan.

Bagi warga yang ingin ikut jadwal tersebut di luar rombongan hari ini bisa langsung mendaftarakan diri di Pelni atau Dishub Jatim atau Dishub Kabupaten. ”Kita pas­tikan nanti semua yang hari ini datang terangkut. Mereka kan tidak sampai 100 orang karena 23 tadi sudah terbawa, kapasitas kapalnya 283, jadi masih banyak sisanya,” tandasnya.

(bw/fre/rbs/JPR)

Source link