Tahun ini sebenarnya ada lima KK yang mendaftar untuk bisa mengikuti program perpindahan penduduk itu. Namun, karena berbagai hal, akhirnya empat KK urung mengikuti. Sedangkan satu keluarga yang tahun ini berangkat, tujuannya ke Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Gulungan, Provinsi Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora Kerja Suryanto melalui Kasi Transmigrasi Puji Hartopo menjelaskan, menurunnya angka transmigrasi dari Blora menandakan bahwa Kota Sate semakin sejahtera.

Sementara satu peserta transmigrasi asal Blora tahun ini, keluarga Dony Mawardiyanto, warga Kecamatan Kradenan. Selama 18 bulan nantinya, biaya hidupnya akan ditanggung pemerintah setempat. Selanjutnya, dia akan mendapatkan 1 hektare tanah untuk bercocok tanam.

”Dony memilih transmigrasi karena tidak mempunyai rumah, pekerjaan, dan lahan. Dia (Dony, Red) tinggal di rumah pamannya. Makanya dia memilih untuk transmigrasi,” jelasnya.

Pemberangkatan satu KK tersebut, dari Blora akan diantar hingga Semarang. Selanjutnya menuju Surabaya baru terbang ke kota tujuan. ”Satu KK terdiri dari lima orang. Yakni Dony, istri, dua anak, dan satu mertua perempuan,” jelasnya kemarin.

Hartopo menerangkan, tidak semua warga bisa ikut transmigrasi. Sebab, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Salah satunya kesiapan untuk hidup di tempat tujuan. ”Semoga dia (Dony, Red) sekeluarga diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang lebih mapan. Sehingga keluarganya menjadi kecukupan dan bahagia,” harapnya.

Sementara itu, Dony Mawardiyanto mengaku memilih transmigrasi karena ingin merubah nasib dan membahagiakan keluarga. Dari Blora dia membawa pohon jati dan kelengkeng. Tujuannya, sebagai tanaman pelindung saat berada di tempat tujuan.

”Saya bawa bibit pohon kelengkeng, karena tanaman ini bisa hidup di mana saja. Selain buahnya mahal, juga bisa untuk tanaman pelindung supaya selamat,” ujarnya saat pelepasan di kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Blora.

Beberapa pegawai Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Blora ikut melepas keluarga Dony Mawardiyanto kemarin. Suasana menjadi haru saat mereka berpamitan dengan saudara-saudaranya. Setelah berpelukan dan berjabat tangan, mereka masuk mobil untuk melanjutkan perjalanan. 

(ks/sub/lin/top/JPR)