PAGU– Bisnis penjualan minuman keras (miras) ilegal yang dilakoni Mamik Sukarmi, 53, warga Dusun Boganginkidul, Desa Padangan, Kecamatan Pagu akhirnya kandas. Perdagangan minuman beralkohol tanpa izin itu berakhir dalam operasi polisi.

          “Operasi miras ini dalam rangka mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif,” ujar Kasihumas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo, kemarin.

Informasi Jawa Pos Radar Kediri menyebut, peristiwanya terjadi sekitar pukul 11.00. Sebelumnya, polisi telah menerima informasi dari masyarakat. Di warung peracangan Mamik menjual miras. Karena itu, anggota Polsek Pagu pun memeriksa ke sana.

Ketika penggeledahan, ditemukan sebanyak empat botol miras jenis Bintang Kuntul. Tiap botol berisi 1liter. Selain itu, ada satu jeriken miras baceman. Isinya sekitar 5 liter. “Barang bukti ini langsung kami amankan ke mapolsek,” kata Erwan.

Ketika dimintai keterangan polisi, Mamik berdalih, menjual minuman memabukkan itu agar penghasilannya bertambah. Sebab, bila hanya menjual sembako di toko peracangannya sepi. Hasilnya kurang banyak.

“Sepi kalau hanya mengandalkan barang-barang peracangan seperti beras, sabun, dan sebagainya,” ungkap Erwan saat mengungkapkan alasan Mamik.

Pemilik toko itu juga mengaku, dengan berjualan miras, keuntungannya memang semakin banyak. Terlebih jika bisa menjual miras eceran dari jeriken lalu diwadahi sendiri.

Padahal, menurut Erwan, dahulu pelaku sebenarnya hanya berdagang peracangan. Namun di tengah usahanya, ada pelanggan yang merekomendasikan menjual miras, Mamik akhirnya tergiur mencoba. Apalagi, keuntungannya besar.

“Menurut pengakuannya, pelaku masih sekali ini saja menjual miras,” papar Erwan.

Karena perbuatannya menjual miras tanpa izin, Mamik dijerat dengan pasal tindak pidana ringan (tipiring). Dia harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. “Kasus ini masih terus kami kembangkan lebih lanjut,” pungkas Erwan.

(rk/die/die/JPR)

Source link