BANYUWANGI – Rencana KONI Banyuwangi untuk melakukan monitoring kegiatan cabor tampaknya bisa disalip Dispora. Bagaimana tidak, hingga kini agenda monitoring KONI masih belum terealisasi. Sedangkan Dispora sudah mulai menyusun program monitoring dan berniat segera melaksanakannya mulai tahun depan.

Padahal, agenda monitoring KONI sempat direncanakan digelar lebih awal. Yaitu paska gelaran POR SD bulan November lalu. Kasi Pembinaan Prestasi Olahraga Dispora Banyuwangi, Ahmad Yani mengatakan jika program monitoring yang digagas Dispora, menurutnya akan menggandeng para praktisi olahraga seperti KONI dan Guru Olahraga mulai SD hingga SMA.

Nyaris serupa dengan program KONI, Dispora juga akan meninjau aktivitas-aktivitas pembinaan cabor dari tingkat klub hingga cabor, termasuk kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang ada di sekolah. Hanya saja, menurut Yani, monitoring ini akan dititikberatkan kepada kegiatan dan hasil, bukan pada administrasi dari cabor. Sehingga nantinya dengan monitoring ini Dispora bisa melihat bagaimana keseriusan pembinaan olahraga dari tingkat bawah.

“Nanti kita akan lihat bagaimana pembinaan di tingkat sekolah dan cabor. Termasuk melihat potensi siswa yang berbakat dan sinergisitasnya dengan cabor. Jadi selama ini seringkali kita melihat pada dua bagian ini kurang klop. Yang pertama kali melihat bakat biasanya dari guru olahraga, tapi terkadang tidak langsung dilanjutkan ke cabor padahal atlet butuh pemolesan dan pembinaan lanjutan,” terang Yani.

Hasil dari monitoring itu sendiri, menurut Yani, akan menjadi catatan pribadi bagi Dispora termasuk acuan untuk memberikan reward dan punishment kepada cabor. “Kita bisa merekom ke KONI jika ada temuan cabor yang tidak maksimal pembinaannya, kalau dari dari kita punihsnya bisa berupa pengurangan quota di POR SD atau Popda. Selama ini banyak cabor yang ngotot untuk dapat jatah banyak atlet di Por Sd tapi dengan data monev, kita punya bukti,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil ketua II KONI Banyuwangi, Budi Wijayanto sempat dikonfirmasi wartawan Koran ini untuk memastikan keseriusan program monitoring cabor oleh KONI. Budi menjawab masih menyusun jadwal dan belum bisa memastikan kapan waktu yang jelas untuk pelaksanaanya.

Source link