Pihaknya mengaku sangat bergembira dan mengapresiasi adanya usulan masyarakat Kuta. Apalagi hal tersebut sudah mengarah ke potrait tentang gambaran kebutuhan yang mendesak di wilayah kecamatan Kuta. Terhadap pembiayaan usulan yang banyak di kecamatan Kuta tersebut, pihaknya akan melakukan penetapan skala prioritas sesuai pagu prioritas. Pengalokasiannya melalui rencana kerja pemerintah daerah kabupaten badung tahun 2019. “Karena Musrenbang ini adalah tahapan awal penyampaian aspirasi masyarakat, nantinya akan kami teruskan pembahasannya, pertajam dan perdalam dalam forum perangkat kerja daerah serta Musrenbang di kabupaten, provinsi, maupun nasional,”ujarnya.

Mulai saat ini pihaknya mengaku akan menerapkan pendekatan pagu prioritas, karena banyak aspek yang perlu dikaji secara komperhensif, terkait pembangunan daerah kabupaten Badung. Hal itu menyangkut aspek teknis, pembiayaan, kesiapan waktu pelaksanaan, dan sebagainya. Sehingga nantinya bisa ditentukan kebutuhan yang benar-benar mendesak bagi masyarakat Kuta. “Tema dan prioritas pembangunan daerah kabupaten Badung 2019 itu, menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, melalui ketersediaan infrastruktur daerah yang mantap, serta memacu peningkatan investasi dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Tentu muara akhirnya adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas,”pungkasnya.

Sementara itu, Plt Camat Kuta, Made Widiana menerangkan, Musrenbang kecamatan Kuta tahun ini, menekankan tiga bidang yang dicanangkan pemerintah. Ketiganya adalah pemantapan infrastruktur untuk percepatan ekonomi yang berkualitas, peningkatan investasi, dan sumber daya manusia. Hal tersebut kata dia, sesuai dengan arahan dari pimpinan di Kabupaten Badung, agar investasi itu diprogramkan dalam Musrenbang kali ini.

Terkait usulan yang masuk dalam Musrenbang tahun ini diakuinya berjumlah 613 usulan, dengan empat skala prioritas. Usulan tersebut porsinya lebih banyak terkait tata perwajahan kecamatan Kuta secara umum. “Perwajahan Kuta ini yang menjadi penekanan kami, sebab Kuta adalah tulang punggung PAD Badung. Paling tidak, perwajahan Kuta ini  semakin tahun akan semakin baik sebagai destinasi pariwisata. Apalagi kemarin sempat terjadi banjir di Legian, jadi itu terkait penanganan banjir, pembuatan daerah hutan kota atau daerah resapan, serta mengurai kemacetan. Intinya agar Kuta ini bisa tampak lebih baik utamanya dimata wisatawan,”terangnya. 

(bx/adi/aim/yes/JPR)

Source link