KEDIRI KOTA – Gerbong mutasi pimpinan sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) pascaalih kelola ke Pemprov Jatim akhirnya bergerak. Pada awal tahun ini, setidaknya ada sembilan kepala sekolah (kasek) di Kota dan Kabupaten Kediri yang digeser.

Mereka mengalami perpindahan jabatan lintas wilayah. Kebijakan ini dikeluarkan setelah pengelolaan pendidikan menengah dari pemerintah daerah setingkat kota-kabupaten ke provinsi.

“Iya ada pelantikan perdana di tahun 2018 ini,” ujar Trisilo Budi, kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim wilayah Kediri, melalui Sidik Purnomo, kasi pendidikan menengah dan kejuruan (dikmenjur), kemarin.

Dari sembilan kasek tersebut, diketahui M. Thohir yang sebelumnya menjabat sebagai kepala SMAN 2 Kediri bertukar tempat dengan Roziq, kepala SMAN 1 Pare. Sedangkan kepala SMAN 3 Kediri Sri Yulistiani berganti tempat dengan Sony Tataq menjadi kepala SMAN 7 Kediri.

Sementara, Purnomo yang sebelumnya bertugas memimpin di SMAN 2 Pare berpindah tempat tugas dengan Sarbawa, kepala SMAN 1 Wates. Lalu, Bambang Eko yang sebelumnya menjadi kepala SMKN 3 Kediri mutasi ke SMKN 1 Kediri. Dia menggantikan Gatot Sukarno.

Sedangkan Gatot sendiri pindah ke SMKN 1 Ngasem yang sebelumnya kosong dari kasek definitif. Kemudian, Hadi Sugiarto yang sebelumnya menjabat kepala SMKN 1 Kras pindah ke SMKN 3 Kediri.

“Posisi Pak Hadi diisi oleh kasek promosi dari Nganjuk. Saya tidak hafal namanya,” beber Sidik.

Menurutnya, mutasi tersebut dilakukan untuk penyegaran organisasi. Pasalnya, selama ini para kasek tersebut sudah lama menjalankan tugas di satu sekolah saja. Karena itu, diperlukan pergeseran. Tujuannya, agar muncul kembali semangat berinovasi di tempat baru.

“Tidak ada apa-apa, hanya untuk penyegaran saja,” tambah Sidik kepada kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dulu ketika di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, mutasi kasek hanya terbatas di satu wilayah yang sama. Mereka hanya pindah dari sekolah satu ke sekolah lain di dalam kota. Namun kini mekanismenya berbeda. Setiap guru dan kasek berpeluang pindah antar wilayah setingkat provinsi.

“Bisa pindah dari kota ke kabupaten, atau antar kota atau antar kabupaten selama lokasinya masih di Jawa Timur,” bebernya.

Hanya saja, lanjut Sidik, saat ini Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim memiliki kebijakan melakukan pergeseran tidak jauh dari lokasi asal. Termasuk penempatan-penempatan baru tersebut, menurut dia, semuanya murni keputusan dari Dindik Jatim.

“Cabang dinas tidak berhak melakukan pengangkatan jabatan maupun mutasi. Jadi seluruh keputusan murni dari provinsi,” tegasnya kepada wartawan koran ini.

Mantan waka akademik SMAN 1 Pare tersebut juga tidak bisa memastikan ada berapa kali mutasi pada tahun ini. Itu karena keputusan mutasi sifatnya insidental. Tergantung tingkat kebutuhan dan pertimbangan dari Dindik Jatim.

Untuk diketahui, pelantikan para kepala SMA/SMK dilaksanakan serentak di Surabaya, Jumat (5/1) lalu. Total ada 116 kepala SMA dan SMK serta Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) se-Jatim yang digeser pada awal tahun ini.

Para Kasek yang Berpindah Tugas

Nama                             Sekolah Asal                  Sekolah Tujuan

M. Thohir             SMAN 2 Kediri             SMAN 1 Pare

Roziq                    SMAN 1 Pare                SMAN 2 Kediri

Sony Tataq          SMAN 7 Kediri             SMAN 3 Kediri

Sri Yulistiani        SMAN 3 Kediri             SMAN 7 Kediri

Purnomo              SMAN 2 Pare                SMAN 1 Wates

Sarbawa               SMAN 1 Wates             SMAN 2 Pare

Gatot Sukarno      SMKN 1 Kediri             SMKN 1 Ngasem

Bambang Eko      SMKN 3 Kediri             SMKN 1 Kediri

Hadi Sugiarto       SMKN 1 Kras                SMKN 3 Kediri

(rk/dna/die/JPR)

Source link