DINGIN: Jamaah umrah saat berfoto bersama di Gunung Uludag.
(MAHFUD – RadarKediri/JawaPos.com)

Uludag bukanlah gunung tertinggi di Turki. Namun, gunung ini menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Menjadi jujugan wisatawan. Baik domestik maupun luar negeri. Termasuk menjadi jujugan bagi jamaah umrah plus Turki Rameyza Tour and Travel.

Pergi ke Kota Bursa, berarti harus sekalian ‘mendaki’ Gunung Uludag. Gunung yang kini menjadi salah satu lokasi wisata favorit bagi para pelancong ke Negeri Kemal Attaturk. Khususnya di musim dingin seperti saat ini. Saat puncak gunung setinggi sekitar 2.500 mdpl ini berhias salju.

Untuk mendaki gunung ini tak perlu bersusah payah. Apalagi bagi wisatawan biasa yang bukan pendaki. Seperti halnya para anggota jamaah dari Rameyza.  Cukup menaiki kereta gantung yang dikenal dengan cable car atau Uludag teleferik.  

Cable car ini berisi maksimal 6 orang. Tiketnya sekitar USD 50. Sebelumnya, rombongan untuk menuju stasiun terbawah cable car ini menaiki bus. Setelah bus parkir di area khusus, rombongan berjalan menuju stasiun pemberangkatan.

Cable car di Uludag ini, konon, menjadi salah satu di antara yang terpanjang di dunia. Jarak yang ditempuh mencapai 8 kilometer lebih. Dengan melewati dua stasiun pemberhentian.

Perjalanan ke lokasi wisata di Gunung Uludag, dari stasiun terbawah, kira-kira berkisar 15-20 menit. Banyak cable yang menggantung. Dengan jarak yang sama antar-cable itu. Awal menaiki teleferik itu, ada perasaan was-was. Karena menggantung di ketinggian. Semakin lama semakin tinggi. Ketika pandangan mengarah ke bawah yang terlihat adalah hutan pinus yang berselimut es warna putih. Sangat indah.

Sampai di stasiun kedua, cable car sempat memelan. Kemudian berhenti sejenak. Namun, pintu tak terbuka. Karena sesaat kemudian kembali melaju. Kali ini, sepertinya, jalurnya semakin menanjak. Menuju ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Lokasi di mana area resort dan tempat wisata berada.

Ketika sampai di stasiun pemberhentian, rombongan sempat disodori foto mereka yang tercetak dalam piring kecil yang terbuat dari gelas. Ternyata, itu foto kami yang diambil para penjaja foto di stasiun bawah. Hasil foto itu yang ditawarkan dengan harga 20 lira.

Saat musim dingin seperti sekarang, suhu di Uludag mencapai 3 derajat celcius. Itu di siang hari. Karena itu, jaket, penutup telinga, penutup kepala, dan kaus tangan menjadi pakaian wajib. Tanpa itu, sudah pasti akan kedinginan.

Di puncak Uludag, kita bisa bermain salju sepuasnya. Kalau ingin bermain ski juga tersedia. Namun, dari stasiun pemberhentian masih harus ke tempat yang lebih tinggi lagi. (fud/bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Source link