Kapolsek Kuta Utara AKP Johanes W. Nainggolan melalui Kanitreskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Prabawa mengungkapkan, modus pelaku masuk dengan cara memanjat pagar vila depan dan mencongkel pintu kamar. Selanjutnya masuk dan mengambil barang – barang yang ada di ruang tamu vila.

Barang – barang korban yang hilang antara lain, 2 buah kamera merek Nikon, 20 sim card kamera, 3 buah handphone, 1 buah Ipad, 1 buah Coolpad, 1 buah Macbook, 1 buah laptop merek Asus, 6 buah lensa kamera, 2 buah mainan Nintendo, 2 buah kartu Nintendo, 1 buah tas kamera, 2 buah tas anak warna hitam dan biru, dan 1 buah hardisk. “Total kerugian korban kisaran lebih dari Rp 92 juta,” imbuhnya.

Korban akhirnya melapor ke Mapolsek Kuta Utara. Dan berdasar info masyarakat dan rekaman CCTV pada Minggu (7/1) pukul 16.00 pelaku diendus keberadaannya. Identitasnya pun juga sudah dikantongi. “Dari rekaman CCTV diketahui namanya Bayu Pandu Winata, 23, asal Banyuwangi yang kos di Jalan Batanta Gang IV, Denpasar Barat. Kami tangkap dan kamar kosnya kami geledah. Hasilnya ditemukan 1 buah tas kamera dan di dalamnya berisi 1 buah kamera merek Nikon dan 6 buah lensa kamera serta ditemukan Coolpad warna hitam diduga milik korban dan satu buah pedang,” terangnya.

Setelah diinterogasi, pengakuan pelaku barang bukti berupa Iphone 5S dan 1 buah Ipad dibawa oleh rekannya bernama Arik Budianto yang terdeteksi berada di daerah Pemaron, Singaraja. “Tersangka kedua kami amankan pada Kamis 11 Januari 2018 sekira pukul 17.00 di BTN Griya Permai Nomor 45, Desa Pemaron, Buleleng,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui tersangka Bagus Pandu Winata merupakan residivis pelaku curanmor. Dia melakukan pencurian pada bulan Februari 2016 dan dilakukan penangkapan oleh Ditreskrimum Polda Bali. Saat itu tersangka dijatuhi hukuman 2 tahun penjara.

“Pada saat ini pelaku sedang menjalani pembebasan bersyarat dimana pembebasan murninya pada tanggal 4 Februari mendatang. Sementara tersangka Arik Budianto merupakan residivis pelaku pencurian di Singaraja dan dipidana kurungan selama 7 bulan penjara. Namun berdasarkan surat lepas nomor surat W20.ES.PK.01.01.02.216/XII/2017/LP SGR  tertanggal 19 Desember 2017 dibebaskan karena telah mendapatkan cuti bersyarat (CB),” imbuhnya. Para pelaku kini disangkakan Pasal 363 ayat 2 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. 

(bx/afi/yes/JPR)

Source link