Direktur Rehabilitasi Sosial Penyalahgunaan Napza Kementerian Sosial RI Waskito Budi Kusumo mengatakan, penyalahgunaan napza harus ditekan agar tidak semakin merusak generasi bangsa. ”Sekitar tahun 1990  sulit mendapatkan korban penyalahgunaan napza. Sekarang cukup mudah,” katanya kemarin.

Artinya, tingkat penyalahgunaan napza makin bertambah dan harus terus ditanggulangi secepatnya. Apalagi dirinya juga menemukan napza sudah masuk di kalangan religius.

Dia menceritakan, penyalahgunaan napza masuk di Madura yang dikenal sebagai daerah yang religius karena banyaknya pesantren. Ada salah satu kiai yang terkena, namun kiai tersebut memang tidak mengetahui jika obat yang diberikan orang yang dikatakan vitamin agar bisa kuat ibadah ternyata narkoba.

Kiai tersebut sering mengkonsumsi karena memang membuat ibadahnya terasa lebih segar. Padahal danpaknya sangat buruk bagi tubuh. ”Semua kalangan harus waspada, semua orang harus ikut memberantas penyalahgunaan napza,” terangnya.

Penyelamatan generasi bangsa harus dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Apalagi Indonesia tengah mendapatkan bonsu demografi. Di mana usia angkatan kerja cukup besar, jangan sampai rusak karena penyalahgunaan napza.

Adanya penangkapan 250 ton narkoba memang sangat mengkhawatirkan. Sebab, hal itu sama artinya dengan yang dikonsumsi warga Indonesia. ”Semua harus memeranginya, karena berbicara narkoba, berbicara mafia dan jaringan internasional,” imbuhnya.

Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Kemampuan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Maida Wardiyanti menambahkan, generasi muda jangan sampai pernah coba-coba napza. Karena akan mengakibatkan ketagihan.

Ketika ingin merasakan dampak dari penyalahgunaan napza, cukup lihat korban penyalahgunaan barang haram tersebut. Dipastikan banyak dampak negatif, baik secara kesehatan maupun mental korban. ”Sekali coba bisa ketagihan, bahaya sekali,” tegasnya.

Karena banyaknya korban, pusat rehabilitasi juga terus dikembangkan. Salah satunya Pesantren Rehabilitasi Sosial Napza Al Ma’laa yang sudah siap menajdi salah satu tempat rehabilitasi.

Tentunya pusat rehabilitasi sudah harus memenuhi standar yang sudah ditentukan. Dengan rehabilitasi diharapkan korban penyalahgunaan napza bisa pulih dan tidak terjerumus kembali. ”Penyalahgunaan napza tidak hanya menyerang usia muda. Kakek dan nenek juga ada yang kena,” ungkapnya.

(ks/lil/lis/top/JPR)