Berawal dari iseng mengisi waktu luangnya di rumah, justru kini menjadi usaha. Itulah yang dilakukan Nenny Dwi Kurniawati. Dengan kreatifitasnya, ia membuat talenan menjadi hiasan dinding.

MUS PURMADANI
Wartawan Radar Sidoarjo

BAHKAN kreatifitasnya ini kini menjadi usaha. Ibu tiga anak ini malah menjadikan rumahnya menjadi gallery untuk memajang hiasan-hiasan dinding itu. “Semuanya berawal sekitar tahun 2008 lalu,” kata Nenny Dwi Kurniawati.
Ia menceritakan saat itu dirinya iseng membuat aksesoris. Jumlahnya pun hanya 30 biji. Aksesoris itu kemudian dijualnya per biji Rp 20 ribu melalui Facebook. “Saya menjual gara-gara tantangan suami, ternyata keterusan sampai sekarang,” lanjutnya.
Ia menambahkan mulai saat itu produknya menjadi beragam dan banyak pilihan, seperti tas country dan sandal unyu. Menurutnya, dirinya tidak suka sesuatu yang monoton. Bahkan setiap tren berubah, ia pun harus menyesuaikannya agar desain yang dibuatnya tidak ketinggalan.
Salah satunya karyanya yakni ia mampu mengubah talenan yang biasa digunakan sebagai alat dapur menjadi hiasan dinding yang memiliki nilai jual. “Namanya wall decoration vintage rustic,” ujarnya.
Wanita kelahiran Jember 13 Mei 1980 ini sudah sejak empat tahun lalu mulai melukis talenan ini. Awalnya ia membuat wall decoration vintage rustic dari bahan-bahan kayu palet. Lalu kemudian coba-coba bikin tutorial dari talenan.
“Ternyata responnya luar biasa, banyak yang minta diajarin. Gampangnya talenan ini banyak yang jual di pasaran,” lanjut dia.
Istri dari Yusuf Hilmi ini mengatakan untuk membuat melukis talenan ini dirinya menggunakan teknik decoupage, yakni seni dekorasi dengan menempelkan kertas tissue pada permukaan sebuah benda. Setelah menempel, kertas dicat menggunakan cat khusus. “Dalam sehari saya mampu membuat 30 biji. Itu kalau santai. Kalau lagi dikejar target bisa lebih dari itu,” jelasnya.
Untuk penjualannya, Nenny melakukannya secara online, seperti Instagram. Hasilnya ia mampu menjual 30 biji per hari. “Satu bijinya saya jual Rp 22 ribu,” pungkasnya. (*/jee)