KEDIRI KOTA- Sehari pascabanjir yang melanda sebagian wilayah Kota Kediri, kemarin warga bersama petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mulai melakukan normalisasi sungai. Arus sungai itulah yang diduga menjadi penyebab meluapnya air ke pemukiman warga.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, puluhan petugas dibantu warga tampak membersihkan ranting dan semak yang ada di Sungai Polaman di Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota Kediri. Tak hanya ranting, terlihat sampah yang berada di sungai tersebut turut dibersihkan. “Ini karena sungai terjadi pendangkalan,” ujar Suryandani, salah satu petugas dari DPU Bina Marga Kota Kediri kemarin.

Pembersihan kemarin dilakukan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berencana untuk melakukan pengerukan aliran sungai tersebut. Karena itu, diperlukan pembersihan terlebih dahulu agar pembersihan menggunakan alat berat bisa dilakukan.

Seperti diberitakan, kawasan Polaman yang ada di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri sempat tergenang pada Rabu (24/1) malam usai terjadi hujan deras. Setidaknya, ada ratusan rumah yang terkena dampak banjir tersebut. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga sempat terjun ke lokasi dan menginstruksikan agar dilakukan normalisasi sungai.

Hingga kemarin, pengerukan menggunakan alat berat belum bisa dilakukan secara maksimal. Pasalnya, akses menuju ke lokasi tersebut masih cukup sulit. “Titik pendangkalan tidak hanya ada di satu lokasi. Karena itu masih perlu dilakukan pembersihan,” lanjut Suryandani.

Pantauan wartawan koran ini, kemarin curah hujan tidaklah terlalu tinggi. Genangan yang terjadi di wilayah Kelurahan Manisrenggo juga sudah tampak surut. Tidak hanya di wilayah Kota Kediri, banjir juga sempat melanda beberapa daerah di Kabupaten Kediri, seperti di Kecamatan Ngadiluwih dan Kecamatan Mojo.

(rk/die/die/JPR)

Source link