DAMPAK OMBAK BESAR: Ombak besar menghancurkan pemukiman dan tempat usaha di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru
(M.Basir/Radar Bali)

NEGARA – Cuaca Selat Bali yang tidak menentu mengancam pesisir pantai selatan Jembrana. Angin kencang dan ombak membuat tempat usaha dan pemukiman warga hancur diterjang ombak yang cukup besar sejak dua hari terakhir.

Seperti di pesisir pantai Pebuahan Desa Banyubiru, daerah yang sudah tergerus abrasi ini diterjang ombak besar hingga bangunan yang berada di pinggir pantai rusak.

Menurut informasi, ombak besar terjadi sejak dua hari terakhir. Ketika air pasang, terjangan ombak hingga ke rumah-rumah warga.

Bahkan warga membongkar sendiri bangunannya sebelum rusak diterjang ombak. Sejumlah warga membantu warga yang sebagian rumahnya diterjang ombak.

“Sebelum rusak, gentingnya turunin sendiri dulu,” kata salah seorang warga banjar Pebuahan. Puluhan rumah warga di pesisir pantai Pebuahan tersebut sudah rusak.

Selain rumah, bangunan untuk tempat usaha warung makan juga hancur berantakan. Salah satunya milik Hariyanto, empat bangunan semi permanen untuk warung lesehan yang berdekatan dengan pantai hancur setelah diterjang ombak.

”Tidak tahu berapa kerugiannya,” ungkapnya. Selain empat bangunan yang sudah rusak, ada beberapa bangunan lagi yang nyaris ambruk.

Tanah dibawah bangunan dengan bambu tersebut pada bagian bawahnya sudah tergerus. “Tinggal tunggu waktu saja, nanti juga ambruk kalau ngak cepat dibongkar,” ujar pemilik lesehan pondok waru ini.

Ombak Besar Pantai Selatan

DAMPAK OMBAK BESAR: Ombak besar menghancurkan pemukiman dan tempat usaha di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru
(M.Basir/Radar Bali)

Sejumlah tempat usaha yang sama juga terancam rusak karena ombak besar terus datang. Batu pada yang digunakan untuk menahan gempuran ombak di pinggir jalan yang bersebelahan dengan bibir pantai juga tidak mampu menahan.

Kondisi ini, diperkirakan terjadi hingga beberapa hari kedepan, tergantung cuaca di Selat Bali.

Saat air laut mulai surut, warga bersama sejumlah personil dari Yonif Mekanis 741 Garuda Nusantara, dari Kompi Markas

membantu warga yang rumahnya dibongkar sebelum ambruk diterjang gelombang dan membersihkan material bangunan yang sudah ambruk.

“Kami siap membantu kalau warga membutuhkan bantuan kami,” ujar Komandan Kompi Markas Kapten Inf. Arman Adi Wibowo.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Artha Permana saat dikonfirmasi mengatakan, angin kencang dan ombak besar

masih terjadi di pesisir panti selatan Jembrana hingga beberapa hari kedepan, karena itu warga diminta untuk lebih waspada.

Mengenai kerusakan akibat terjangan ombak besar ini, pihaknya masih belum melakukan pendataan.

BPBD Jembrana sudah meminta pihak desa yang wilayahnya berada di pesisir pantai untuk melakukan pemantauan dan melaporkan pada BPBD Jembrana agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Kami belum ada laporan dari desa berapa jumlah bangunan yang rusak,” ungkapnya.

(rb/mus/bas/mus/JPR)

Source link