Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Cabang Kediri Soni Rustanto. “Nantinya Terminal Pare akan menjadi poros dari wilayah di sekitarnya,” terang Soni. Yaitu Trenggalek, Surabaya dan Malang.

Karena itu, jelas Soni saat inspeksi mendadak (sidak) oleh Dishub Provinsi Jawa Timur (15/5), pihaknya menggaransi layanan fisik dan nonfisik akan lebih baik. Apalagi, Dishub Provinsi Jawa Timur telah berpengalaman mengelola 26 terminal setelah pengambilalihan dari daerah. “Bisa dicros cek bahwa operasional terminal tipe B sudah ada di 26 wilayah,” ungkapnya.

Soni menegaskan bahwa pihaknya akan menjelaskan kajian road map tipe B. “Kajiannya seperti apa roadm ap pengembangan terminal Kediri,” ungkapanya.

Jika nantinya Terminal Pare menjadi tipe B maka akan ditingkatkan pengawasannya. Baik itu dalam hal keselamatan dan pengecekan. “Bus yang akan masuk terminal selalu dilakukan ram cek, jika tidak lulus maka bus dikeluarkan,” papar Soni.

Ram cek dalam hal ini adalah pemriksaan teknis dari kendaraan tersebut. Baik dari rem, lampu-lampunya, serta kaca depan. Soni juga menambahkan jika masih tetap pada tipe C maka resikonya akan besar.

Pasalnya terminal yang berada di kawasan strategis itu memiliki potensi yang besar dalam menyumbang perkembangan Pare. Dekat dengan Pasar Induk, Kampung Inggris, maupun pondok.

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat, H. Kamim yang menyampaikan bahwa sebagai masyarakat ia berharap terminal Pare bisa melayani masyarakat dengan baik. Pun bisa lebih berkembang pesat daripada sekarang. “Berharap menjadi terminal tipe B yang lebih berkembang,” tuturnya.

Soni juga mengimbuhkan bahwa selain sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang penangan terminal tipe B sudah jelas wilayahnya. Termasuk wilayah Pare.

Kepala Terminal Gatot Santoso juga mengimbuhkan bahwa sejak tahun 1999 secara de fakto Terminal Pare memang merupakan aset provinsi. “Sejak tahun 1999 memang terminal Pare ini milik provinsi,” ungkapnya.

Untuk diketahui pada (9/5) Dishub Provinsi menyurati Kepala Terminal Pare terkait adanya pengambil alih Terminal Pare yang saat ini tipe C. Adanya pengambilalihan itu termaktub dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang pengambilalihan Terminal Pare ke provinsi.

Sementara itu, Ketua Komisi C Murdi Hantoro yang juga melakukan sidak mengaku khawatir jika terminal justru mangkrak. “kami minta ada penjelasan dan kajian road map dari terminal tipe B,” terangnya.

Untuk pengambilan keputusan lebih lanjut, anggota Komisi C Masykur Lukman menyarankan pihak Dishub Provinsi untuk mengajak perwakilan Kabupaten Kediri untuk memutuskan terminal tipe B atau C. “Nantinya kami sarankan pada Dishub provinsi untuk mengajak pihak kabupaten ketika pengambilan keputusan terminal Pare ini masuk tipe B atau C,” pungkasnya.

(rk/*/die/JPR)

Source link