SEMPAT BIKIN GEMPAR: Petugas menunjukkan paket dari jasa ekspedisi yang dikirim ke rumah kontrakan Abdullah, di Bangil, Sabtu (7/7).
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL-Teror bom yang terjadi di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, benar-benar membuat warga paranoid. Betapa tidak, sebuah paketan yang dikirim ke rumah terduga teroris itu pada Sabtu (7/7), membuat warga ketakutan.

Mereka takut, paketan yang datang itu adalah bom. Ketakutan itu seperti yang dilontarkan Suhadi, 46, salah satu warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil. Ia menyampaikan, kalau sekitar pukul 11.15 datang dua orang yang mengantar paketan. 

Keduanya menanyakan alamat rumah yang mengarah ke kontrakan Anwardi, terduga teroris di Pogar yang melarikan diri. Sontak, warga pun dibuat heboh. Seketika, warga berkerumun ingin mendekati dua kurir tersebut.

Meski begitu, warga sempat dibuat was-was. “Takut mas. Kondisi kayak gini. Takut paketannya itu adalah bom,” akunya. 

Kerumunan warga itu, membuat Usman Ali dan Arif kebingungan. Maklum, kedua kurir Lion Parcel itu baru pertama kali ke wilayah setempat. 

LANGSUNG DIAMANKAN: Isi paket tersebut langsung dibawa ke mapolres Pasuruan.
(M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Saya baru pertama datang kesini. Saya coba hubungi nomor yang tertera tapi tidak aktif,” tandas dia.

Dari panatauan Radar Bromo, paketan itu dikirim oleh L. Sopha Textile dari Cirebon. Tujuannya untuk Ibu Dina Hamzah / Ummu Muhammad Zaky. Dengan alamat yang dituju  jalan Pepaya/Sungkono nomor 321 RT 01/01 Pogar Bangil-Pasuruan 67153 Jawa Timur. Alamat tersebut persis mengarah ke rumah yang di kontrak Anwardi.

Paketan itu sendiri dibungkus menggunakan plastik hitam. Ukuranya sekitar 40 cm dengan berat kurang lebih 2 kg. Dari bentuknya, paketan tersebut dimungkinkan adalah busana. 

Untuk menjaga dan mengecek paketan tersebut, petugas kepolisian pun melakukan pengamanan. Paketan itu dibawa ke Polres Pasuruan. “Ayo bawa ke Polres,” ujar salah satu anggota Polres. (

(br/fun/one/fun/JPR)

Source link