KEDIRI KABUPATEN- Target tinggi dipatok dalam pencapaian transaksi pada pameran usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) Kabupaten Kediri. Yaitu sebesar Rp 750 juta dalam waktu lima hari. Dua kali lipat dari pencapaian target tahun lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopumik) Kabupaten Kediri Adi Suwignyo. “Target ini kami yakin bisa tercapai dengan melihat pesatnya perkembangan UMKM,” terang Suwignyo saat ditemui usai pembukaan pameran UMKM, kemarin.

Angka itu dianggap bukan hal mustahil. Sebab, ada lebih dari 50 UMKM yang terlibat dalam pameran.  Masing-masing UMKM tersebut, jelas Suwignyo sudah memiliki pasar sendiri sehingga target bisa tercapai. “Promosi pemasaran juga terus berjalan, jadi masyarakat yang penasaran bisa langsung mendatangi lokasi pameran,” bebernya.

Untuk diketahui, pameran UMKM ini berlangsung mulai Rabu (21/3) hingga Minggu (25/3). Bertempat di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).Total terdapat 53 UMKM yang tergabung dalam 46 stan. Sejumlah produk unggulan bisa didapatkan di pameran tersebut. Mulai makanan, produk budaya hingga oleh-oleh.

Suwignyo menjelaskan bahwa pameran ini memang menjadi bagian dari peringatan hari jadi Kabupaten Kediri ke 1214. Digelar bersamaan pasaraya dan Kediri Food Vaganza. “Target ini hanya untuk UMKM, lainnya kami yakin transaksi di acara ini juga lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut Suwignyo, pameran ini penting untuk mempromosikan UMKM yang ada di Kabupaten Kediri. Sebab, jika tidak diwadahi seperti saat ini, maka yang dikhawatirkan masyarakat Kediri tahunya hanya produk di luar negeri. “Seperti kelengkapan jaranan, sebelumnya penggiat seni tahunya hanya yang ada di luar Kediri. Padahal, di sini juga produksi,” terangnya. Saat ini, karena gencarnya promosi, kini banyak luar daerah yang justru membeli di Kediri.

Beberapa produk unggulan yang ditawarkan dalam pameran adalah sejumlah produk pertanian yang menjadi unggulan Kabupaten Kediri. Seperti produk durian Slumbung yang sudah dikenal durian yang lezat. Lainnya adalah produk yang saat ini menjadi fokus pengembangan adalah buah labu madu. Sentra labu madu yang berada di Kecamatan Ngasem ini telah menjadi ikon dari Kabupaten Kediri.

Tak hanya produk-produk UMKM lama, Suwinyo mengatakan kalau pameran ini juga menjadi ajang perkenalan produk-produk UMKM yang memiliki potensi tinggi lainnya. “Ini bisa jadi ajang promosi juga terangnya.

(rk/*/die/JPR)

Source link