Wuryanto mengungkapkan, program operasi Sergab yang dilakukan pemerintahan daerah melalui dinas pertanian bersama jajaran dari TNI perlu dievaluasi. Hal itu perlu dilakukan lantaran masih ditemukan tengkulak nakal. 

“Operasi Sergab harus dapat dievaluasi. Dalam evaluasi yang kita lakukan, ada baik dan buruknya. Sergab harus bisa menyerap hasil pertanian dengan baik, untuk mensukseskan Upsus pangan,” jelas Wuryanto saat melakukan ziarah ke makam Presiden Soeharto di Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jumat (19/1).

Tak hanya program Sergab, Pangdam  menginstruksikan kepada anggota di daerah untuk mengawasi penyaluran pupuk kepada para petani.

“Meski belum ada laporan, tapi saya minta agar teman-teman di daerah untuk mengawasi penyaluran pupuk ke petani. Kalau ada yang menyimpang ya silahkan diperingatkan,” tegas Pangdam. 

Sementara itu, Dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf M.I. Muchtar M mengungkapkan, sejauh ini pihaknya melalui Babinsa yang ada di wilayah terus melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk kepada petani. Bahkan, anggota dari Kodim diminta terjun langsung untuk mensukseskan program Upsus di bidang pertanian. 

“Sudah kita siapkan anggota-anggota di Koramil melalui Babinsa untuk memantau dan mengawasi persoalan tersebut. Beberapa anggota juga saya harapkan bisa terjun langsung ke sawah untuk pengawasannya,” jelas Dandim. 

(rs/rud/bay/JPR)