Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika Daihatsu Feroza bernomor polisi DK 596 AQ yang dikemudikan oleh I Nyoman Mandra alamat Banjar Piling Kawan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan bersama seorang penumpang I Wayan Sindu alamat Banjar Dukuh, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Tabanan, melaju dari arat barat (Penebel) menuju timur (Tabanan). Setibanya di TKP, dari arat berlawanan melaju dengan kencang sebuah Suzuki Carry yang tidak diketahui identitasnya.

Karena sama-sama tidak mau mengalah untuk berhenti sejenak, akibatnya Daihatsu Feroza yang tidak bisa dikendalikan jatuh ke persawahan sedalam 2 meter yang ada di selatan jalan dan mendarat dalam posisi jungkir balik. Sedangkan Suzuki Carry langsung melanjutkan perjalanannya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja pengemudi Feroza mengalami luka pada tangan dan penumpang mengalami luka pada siku. Salah seorang sumber di lapangan mengatakan, saat kejadian keduanya hendak pergi ke Rumah Sakit Tabanan untuk menjenguk rekannya sesama pecinta radio amatir. “Keduanya mau ke Rumah Sakit Tabanan untuk menjenguk temannya yang juga pecinta radio amatir, karena mereka berdua ini memang suka nge-brik,” ujar sumber.

Sumber menambahkan, kecelakaan serupa sudah tiga kali terjadi di TKP karena jalanan yang sempit. Apabila salah satu kendaraan yang papasan tidak mau mengalah atau ngebut, sudah pasti akan terjatuh dan masuk ke sawah. “Tetapi pada kecelakaan-kecelakaan sebelumnya mobilnya lebih sering jatuh ke persawahan disebelah utara, ini tumben jatuh ke sebelah selatan yang dalam. Ini adalah kejadian keempat,” pungkasnya.

Peristiwa ini pun menjadi tontonan masyarakat sekitar maupun pengguna jalan yang hendak melintas. Kemacetan juga terjadi sekitar 30 menit. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link