“Untuk pasangan calon (gubernur dan wakil gubernur), kami sesuai yang ditetapkan PDIP. Siapapun calon PDIP, kami akan all out memenangkannya,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasdem Jateng, dr Sugeng Ibrahim, Jumat (15/12).

Meski demikian, Sugeng mempertimbangkan hendak mengusung beberapa nama dari intern Partai Nasdem sebagai alternatif bakal calon. “Ya, biar pilkada semakin panas. Karena kami tak ingin disebut partai panas adem,” ujarnya didampingi Ketua Bidang Komunikasi dan Media DPP Nasdem, Charles Meikiansyah

Charles menambahkan, 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Selain pilkada serentak 2018, pada 2019 digelar pilpres, pileg dan pemilihan DPD. “Tahun 2019 nanti, warga akan mencoblos lima kali. Yakni, pemilihan anggita DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPR RI, DPD dan pemilihan presiden. Jadi, ini luar biasa,” katanya.

Karena itu, waktu yang tinggal 16 bulan ini akan dimaksimalkan oleh jajaran Partai Nasdem untuk menggaet simpati calon pemilih. “Pilkada serentak tinggal 6 bulan. Sedangkan jeda waktu dari pilkada serentak ke pileg dan pilpres hanya 10 bulan. Waktu yang relatif singkat ini akan kami maksimalkan untuk menarik simpati calon pemilih, khususnya pemilih pemula,” ujarnya.

Di Jateng sendiri, lanjut dr Sugeng, kini semakin gencar menggalakkan program Wifi Restorasi Nasdem. Wifi yang bisa diakses secara gratis ini adalah salah satu upaya Nasdem Jateng untuk menarik simpati pemilih pemula, khususnya anak muda. “Titik wifi gratis dapat ditemukan di beberapa restoran atau kafe yang tersebar di seluruh wilayah Jateng,” kata Sugeng diamini Tim Sosmed Korwil Nasdem Jateng, Ikhwan Saefulloh. (aro)

(sm/aro/aro/JPR)