Sidoarjo merupakan salah satu pasar potensial bagi industri otomotif. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa serta tingkat ekonomi yang terus beranjak naik, tak heran jika Kota Delta menjadi rebutan bagi para pelaku industri otomotif.
Beberapa tahun belakangan, motor trail mulai naik daun. Padahal, awalnya trail kalah populer dibandingkan dengan jenis motor lain seperti skuter matic atau motor sport. Saat ini motor trail mulai mendapatkan perhatian lebih dari pengusaha otomotif.
“Penjualannya mencapai 40 persen atau 15 unit setiap bulannya dibandingkan jenis motor lain,” ujar Personal In Charge Surapita Unitrans cabang Sidoarjo Latif Wikunirmono kepada Radar Sidoarjo, Selasa (10/4).
Latif mengatakan, pasar motor trail sangat dominan karena banyak masyarakat Sidoarjo yang memiliki hobi offroad atau adventure dengan menggunakan motor trail. “Setiap akhir pekan kebanyakan warga melepaskan penatnya dengan ngetrail. Inilah yang akhirnya membuat pasarnya masih stabil,” katanya.
Menurut dia, selain motor trail, pasar motor jenis retro juga mulai meningkat. Penjualannya sekitar 30 persen atau 10 unit per bulannya. “Ini tidak disangka-sangka karena motor jenis retro ini baru di-launching Desember 2017,” jelasnya.
Permintaan terhadap motor klasik ini, Latif menambahkan, seiring booming-nya film Dilan 1990. Anak-anak muda setelah menonton film ini biasanya tertarik untuk membeli motor retro. “Karena permintaan meningkat, konsumen harus inden dulu,” pungkasnya. (mus/rek)