Dia mengaku, mayoritas warga di lingkungan rumahnya kaget. Mereka mempertanyakan penyebab kenaikan PBB ini. Sebab selama ini tidak ada penjelasan tentang kenaikan tersebut. ‘’Kenaikannya karena apa, serta perhitungan kenaikannya seperti apa, kami belum paham,’’ terangnya.

Dia memberikan contoh, bangunan rumahnya sudah tidak dirombak sejak 1992 hingga sekarang. Namun dikenai kenaikan PBB hingga dua kali lipat lebih. ‘’Kecuali kalau rumah saya ditingkat atau dirubah, wajar kalau ada kenaikan PBB. Tapi ini kan tidak ada perubahan?,’’ tukasnya. Selain itu, tambah dia, pemberlakuan kenaikan PBB tersebut tidak merata. Ada yang naik, tapi juga ada yang tidak naik, meski kondisi rumah dan tanahnya sama.

‘’Ini yang harus dijelaskan detail agar masyarakat mengerti penyebab kenaikan dan tidak bertanya-tanya lagi,’’ tandasnya. Kabid Penetapatan Dasar Pajak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lamongan, Matali menjelaskan, perubahan PBB tersebut karena ada perbaruan data yang dilakukan sejak tahun lalu.

Konsultan dari Surabaya yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi ke lapangan. ‘’Ter banyak memang di Lamongan dan Babat. Untuk kecamatan-kecamatan lainnya hanya diambil sampling 10 hingga 20 rumah,’’ katanya saat dikonfirmasi via ponsel. Matali mengatakan, tidak tiap rumah di desa/kelurahan didata ulang. Prioritasnya pada rumah yang mengalami perbaruan, serta tanah yang sebelumnya kosong kemudian dibangun.

‘’Memang kenaikannya ber vari atif. Bahkan ada yang naik hingga 10 kali lipat,’’ ujarnya. Menurut dia, verifikasi itu dilakukan karena karakter bangunan banyan yang berubah. Ada yang tanah kosong tapi SPPTnya. Setelah diverifikasi ternyata ada perubahan. ‘’Ya memang banyak yang kaget,’’ ungkapnya.

Dia mengakui, verifikasi tidak menyeluruh karena ada prioritas tanah atau bangunan yang didata ulang. ‘’Memang tak menyeluruh sehingga timbul kecemburuan itu wajar. Tapi nanti kita akan turun ke la pa ngan. Itu yang akan kita be tul kan nanti. Termasuk me ngu p ayakan perubahan perhitungan agar tidak mem ber at kan,’’ imbuhnya.

(bj/ind/feb/faa/JPR)

Source link