Dalam hearing, para pedagang menunjukkan bukti pelunasan kios bernilai jutaan rupiah. “Saya sudah melunasi kios berukuran 3×3 meter persegi ini sejak tahun 2013 lalu dengan harga Rp 123 juta lebih. Namun sampai sekarang, tidak ada kejelasan kapan Pasar Kepuh itu diselesaikan,” jelas Syafi’i, Ketua Forum Silaturrahim. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sidoarjo Fenny Apridawati yang hadir dalam hearing menjelaskan ini pihaknya masih menata untuk mencari investor baru. Ia menerangkan sebelumnya pasar digarap oleh pihak ketiga yang sudah diputus kontraknya.

“Saat ini kami mencari investor baru. Sambil menunggu ada investor baru, kita perpanjang masa kontrak Pasar Wadungasri hingga tahun 2020. Kita tidak ingin menyalahi aturan hukum,” jelasnya.

Kabid Pasar Rakyat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo, Nawari menambahkan kontraktor sebelumnya dinilai tidak profesional mengerjakan proyek tersebut. Menurutnya Pemkab Sidoarjo telah memberikan catatan hitam (blacklist) kepada perusahaan itu. “Secara pribadi kami anggap manajemen perusahaan itu tidak profesional. Kami sudah mengirimkan edaran kepada OPD lain agar tidak lagi melakukan kerja sama dengan perusahaan yang sama,” katanya

Sementara itu Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Mochammad Damroni Chudlori yang memimpin hearing menyatakan dari hasil pertemuan ini, ada komitmen dari Pemkab Sidoarjo untuk menuntaskan pembangunan Pasar Kepuhkiriman. Komitmen itu, dengan siap mencari investor baru untuk menuntaskan prmbangunan pasar yang mangkrak. “Kita berharap lebih cepat lebih baik,” katanya. (mus/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)