Menjamurnya pegadaian swasta ternyata tidak menjadi masalah serius bagi PT Pegadaian Cabang Sidoarjo. Buktinya, omzet tahun 2017 lalu mencapai 104 persen dari target atau sekitar Rp 92 miliar.
“Justru banyaknya kompetitor itu bisa digunakan untuk instrospeksi bagi kami,” ujar Pimpinan PT Pegadaian Cabang Sidoarjo Tom Sutoro ketika ditemui Radar Sidoarjo, Kamis (22/3).
Menurut dia, omzet tahun 2017 mencapai Rp 92 miliar secara keseluruhan.“Target tahun 2018 ini naik sekitar Rp 115 miliar. “Nah, sejak Januari 2018 hingga 20 Maret pencapaian target sudah sekitar Rp 96 miliar,” katanya.
Pencapaian target itu melalui beberapa produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Berupa pinjaman yang sangat bermanfaat da membantu keperluan usaha maupun kebutuhan lainnya.
Pencapaian target ini diperoleh dari beberapa produk. Di antaranya, Kredit Cepat Aman (KCA), Kredit Jaminan Yudisial (Kreasi) dengan jaminan BPKB. “Ada juga Amanah untuk kepemilikan mobil atau motor. Bunganya lebih murah daripada leasing,” jelasnya.
Selain itu, menurut Tom, Pegadaian punya program Arum Haji. Yakni, bagi yang memiliki perhiasan seberat 15 gram atau Rp 7 juta bisa didaftarkan untuk haji. “Strategi kami, selain pendekatan dengan masyarakat, juga kerja sama dengan pihak lain,” ujarnya.
Tom mengatakan, pelayanan terbaik menjadi salah satu upaya yang wajib diterapkan oleh Pegadaian. “Kami punya moto: pelayanan 15 menit selesai. Keunggulan kami adalah murah mudah dan cepat,” pungkasnya. (mus/rek)