Hal itu dikemukakan Kapolres Lumajang, AKBP Rachmad Iswan Nusi dua hari usai terungkapnya ratusan ribu pil koplo yang diselundupkan dari Probolinggo. Kepada sejumlah media, Rachmad mengatakan, Senin dini hari (2/7) sebanyak 126 ribu butir pil koplo yang diselundupkan dari Probolinggo rencananya akan diedarkan kepada para remaja dan pelajar di Lumajang. 

Untungnya, distribusi obat keras itu batal setelah anggota Satreskoba Polres Lumajang menangkap kedua pengedarnya, Firman Wahyudi, 40, dan Rendra Wahyu Nurdiansyah. “Kedua pelaku sudah diincar anggota Satreskoba Polres Lumajang selama beberapa bulan terakhir. Mereka kami amankan di dekat hotel Maharaja Klakah,” ucap Rachmat saat menggelar press release di hadapan sejumlah media, Kemarin (4/7).

Beredarnya pil koplo di lingkungan pelajar tersebut menurutnya sangat berbahaya. Untuk itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam dengan harapan bisa menangkap pelaku lainnya. “Untuk sementara status mereka masih pengedar,” katanya.

Namun, proses penyelidikan polisi sepanjang dua hari terhadap pelaku tampaknya belum berhasil mengorek informasi asal-usul ratusan ribu pil koplo tersebut. Pasalnya, saat ditanya dari mana para pelaku memperoleh barang tersebut, Rachmad mengaku jika pihaknya masih menyelidiki. 

Polisi Lumajang juga belum tahu apakah dua pelaku punya keterkaitan dengan pengedar pil koplo lainnya yang sudah tertangkap lebih dulu. Yang pasti, sepanjang 2018 ini, Polres Lumajang mengklaim barang bukti pil koplo dari Firman dan Rendra jumlahnya paling besar. 

Lebih dari itu, kedua warga Probolinggo itu bukan kali pertama membawa pil koplo masuk ke wilayah Lumajang. Sampai dengan tertangkap, Firman dan Rendra sudah dua kali berusaha menyelundupkan pil koplo ke Lumajang. 

Beberapa pekan sebelumnya, seorang residivis pengedar sabu berinisial NK juga ditangkap di wilayah Lumajang, tepatnya di Kecamatan Sumbersuko. NK merupakan pengedar sabu kambuhan yang pada Februari 2018 lalu baru saja keluar dari penjara dalam kasus yang sama.

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link