SITUBONDO – Kasus pembalakan liar yang melibatkan seorang warga, dua oknum petugas perhutani dan seorang oknum anggota polisi memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo. Sidang Selasa (5/12) mengagendakan dakwaan.

Oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo, terdakwa dituntut tiga tahun kurungan penjara dengan denda maksimal Rp.1 miliar. JPU Bagus Nur Jakfar mengatakan, keempatnya didakwa dengan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa izin.

Dia menerangkan, terdakwa melanggar pasal 12 huruf e UU nomor 18 tahun 2013 tentang perusakan hutan. “Yaitu mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan,” terang Bagus.

Dalam dakwaan tersebut, JPU juga akan mengembalikan sejumlah barang bukti ke perhutani. Seperti gelondongan kayu jati yang diamankan polisi. “Itu pertimbangan di tuntutan kami,” tambah Bagus.

Untuk kendaraan truk yang diamankan, Bagus mengaku, kemungkinan tidak akan dilakukan penyitaan. Sebab, berdasarkan fakta di persidangan, truk yang digunakan mengangkut kayu jati tersebut adalah kendaraan sewaan.

“Pemiliknya tidak tahu digunakan untuk apa. Karena itu, kami akan pertimbangakan itu. Kalau menurut aturan, harus disita negara dan dilakukan lelang,” terangnya.

KRPH Pasir Putih, Rinduwanto usai memberikan keterangan di hadapan majelis hakim kemarin menerangkan, dua oknum petugas perhutani yang terlibat itu berporofesi sebagai mandor. Menurutnya, kinerja kedua anak buahnya selama ini cukup baik.

Makanya, dia mengaku terkejut ketika keduanya ditangkap polisi atas tindakannya mengangkut kayu jati tanpa izin. “Saya tidak menyangka sama sekali. Saya shok ketika tahu mereka terlibat ,” terang pria yang pernah menjadi KRPH Kendit itu.

Penangkapan pelaku pembalakan liar terjadi pada Bulan Oktober lalu. Saat itu, polisi mengamankan sebuah kendaraan yang mengangkut kayu jati di jalan raya Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Petugas mengamankan satu orang, yaitu sopir truk, Daris.

Dari hasil penyelidikan pengembangan, polisi mengamankan tiga pelaku lain. Yaitu dua oknum petugas Perhutani berinisial RD dan AF, serta oknum anggota polisi berinisial FS. Dalam kasus ini, barang bukti yang diamankan 32 gelondong kayu jati dengan diameter 30 sentimeter lebih.

Source link