Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubiyanto melalui KBO Satlantas Iptu Sucipto mengatakan, pelanggar yang terjaring Operasi Zebra Candi 2017 terdapat 4.281 pelanggar. Terdiri dari penggaran tilang dan teguran. Jumlah pelanggar didominasi pelanggaran tilang yakni 3.381 pelanggaran.

”Jika ada pelanggar langsung kami tindak dengan tilang karena Operasi Zebra Candi. Jumlah pelanggar tahun ini lebih banyak dari sebelumnya. Tahun lalu (2016, Red) jumlah total hanya 2.501 pelanggaran. Sedangkan yang ditindak tilang ada 1.591 pelanggaran,” katanya saat dijumpai di Mapolres Kudus kemarin (15/11).

Jumlah pelanggar didominasi kendaraan sepeda motor yang menduduki peringkat pertama. Lalu, mobil penumpang di peringkat kedua. Mobil barang di peringkat ketiga dan bus di peringkat keempat. Sedangkan, pelanggar rata–rata usia pelaku antara 21 hingga 30 tahun.

Meski pelanggaran mengalami peningkatan justru tingkat kecelakaan menurun. Operasi Zebra Candi 2016 tercatat ada 17 kecelakaan lalu lintas. Terdiri dari korban luka berat (LB) dua orang. Korban meninggal dunia (MD) nihil dan korban luka ringan (LR) ada 18 orang.

Kemudian, kecelakaan di 2017 tercatat ada 15 kejadian. Terdiri dari korban LR ada 22 orang. Sedangkan korban LB dan MD tidak ada. ”Untuk pelanggaran mengalami kenaikan dari tahun lalu. Sebab, jumlah kendaraan juga semakin meningkat. Tapi untuk kecelakaan terjadi penurunan,” paparnya.

Dia menjelaskan, Satlantas Polres Kudus telah melakukan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat untuk menekan angka kecelakaan. Mulai anak usia dini hingga dewasa dilatih untuk tertib berlalu lintas. ”Kami juga Door to Door School memberikan edukasi tertib lalu lintas ke sekolah – sekolah. Mulai jenjang TK sampai SMA/SMK,” terangnya.

Selain itu, pihaknya mengandeng komunitas sepeda motor untuk ikut serta menjadi pelopor tertib lalu lintas. Dia berharap, semoga 2018 mendatang kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas meningkat. ”Sehingga tingkat kecelakaan menurun,” ujarnya.

(ks/ruq/ris/top/JPR)

Source link