RADARSEMARANG.ID- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang kini tengah melakukan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magelang Pilkada 2018.

Ketua KPU Kabupaten Magelang Afifuddin menuturkan, pelipatan surat suara tersebut melibatkan 126 orang. Mereka merupakan warga sekitar Kantor KPU Magelang. “Sebanyak 126 itu, kita bagi menjadi 21 tim. Mereka bekerja mulai tanggal 21 Mei hingga 26 Mei 2018,” ucap Afif di sela memantau proses pelipatan surat suara di Aula Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan, Jumat (25/5/2018).

Afif menjelaskan, Balai Desa Deyangan Mertoyudan dipilih sebagai lokasi pelipatan karena lokasinya dekat dari Kantor KPU dan luas. Untuk teknisnya, mulai Senin hingga Rabu pekerja melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pilgub, sementara pada Kamis hingga Sabtu dilanjutkan pelipatan surat suara Pilbup. “Untuk tenaga pelipatan surat suara ini diberikan honor Rp 60 per surat suara, jam kerjanya dimulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00,” terangnya.

Berdasarkan pantauan Afif, dalam proses pelipatan surat suara, banyak ditemukan surat suara yang rusak seperti tintanya blobor, terpotong, berlubang, terlipat, tertukar wilayah lain dan lainnya. “Nanti total yang rusak akan kami catat terlebih dahulu dan akumulasi semua setelah selesai, kemudian akan kami buatkan berita acara untuk selanjutnya kami laporkan ke KPU Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Selama proses pelipatan suara tersebut, mendapat penjagaan ketat dari pihak keamanan Polres Magelang. “Penjagaan dari aparat keamanan untuk antisipasi hal-hal tidak diinginkan. Sesuai SOP yang berlaku, semua petugas yang di dalam ruangan pelipatan surat suara saat keluar dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

(sm/san/ton/JPR)