Sesuai kontrak, pengerjaan box culvert dilaksanakan sejak Selasa (11/7) lalu dan harus selesai Selasa (7/11). Namun, proyek di Jalan Trunojoyo dan Jalan Imam Ghazali hingga kemarin (12/11) belum selesai.

”Sesuai peraturan, kalau melebihi deadline harus didenda,” kata Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.

Politikus Gerindra itu menuding pemasangan box culvert sejak awal sudah bermasalah, seperti merusak fasilitas lain yang ada di sekitar proyek. ”Buktinya, di lokasi masih banyak pengerjaan merusak fasilitas lain. Itu kami minta diperbaiki lagi,” ingatnya.

Nasir mendesak supaya pengerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan kualitas juga harus diutamakan. ”Ayolah, demi pembangunan di Sampang, kami minta kualitas diutamakan. Jangan mementingkan kuantitas. Jadi ini harus diperhatikan,” tegasnya.

Dia mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang selaku pemangku kebijakan juga ikut serta memantau proyek ke lokasi. Sebab, kata Nasir, instansi yang dipimpin Sri Andoyo Sudono itu pengawasannya lemah. Buktinya, pengerjaan box culvert dan hotmix jalan tidak sejalan.

”Jika pengerjaan direncanakan dengan matang, seharusnya box culvert lebih dulu diselesaikan, baru setelah itu hotmix. Tapi di lapangan tidak,” kesalnya.

Menanggapi itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sahrul Anam mengakui jika ada dua titik pengerjaan box culvert yang hingga saat ini belum selesai. Menurut dia, jika melebihi deadline, dipastikan akan disanksi berupa denda. ”Kalau telat didenda. Memang ada dua titik,” ucapnya mewakili Kepala PUPR Sampang Sri Andoyo Sudono.

Sahrul mengaku sudah mengimbau rekanan supaya pengerjaan segera diselesaikan. Dari pelaksana juga ingin cepat selesai. Sementara pemasangan box culvert lainnya, pengerjaan sudah maksimal dan sesuai RAB.

”Untuk kualitas pekerjaan sudah maksimal. Dendanya, per hari seperseribu dari sisa pekerjaan,” tandasnya. 

(mr/rul/onk/bas/JPR)

Source link