Wahyu Hartanto, COO PT Mahkota Berlian Cemerlang mengatakan, kenaikan nilai properti yang signifikan di Surabaya tidak lepas dari pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Surabaya yang cukup gencar. Sebab aksesnya semakin mudah. 

Dia memberikan contoh, sebelum jalan MERR (middle east ring road) dibangun, NJOP tanah masih sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta saja per meter . Namun setelah jalan MERR dibangun, tanah yang posisinya persis  jalan MERR langsung melonjak menjadi sekitar Rp 25 juta per meter.

“Karena itu, pemilik properti langsung menikmati capital gain yang cukup signifikan,” kata Wahyu Hartanto, usai NUP commercial area Puri City, Sabtu (7/7).

Selain kenaikan harga, dampak lain adalah sambutan konsumen terhadap properti yang ada di kawasan MERR juga semakin bagus. Terbukti, apartemen Puri City sebanyak 1.300 unit sekarang sudah terjual 80 persen. Harganya juga naik signifikan.

“Saat kami launching masih Rp 11 juta per meter, sekarang Rp 15 juta per meter. Sementara komersial area sudah Rp 19 juta per meter. Dan semua unit juga langsung habis baik yang di ground floor maupun lower grond,” tambahnya.

Sebab itu dia optimis, produk Signature 8 yang sengaja di keep akan langsung terserap. Hanya saja model penjualannya berbeda. Sebab Signature 8 dilepas dengan system block sale dimana 125 unit yang ada di tiga tower Puri City harus dibeli semuanya oleh investor. 

Saat ini sudah ada beberapa calon investor dari Surabaya maupun Jakarta yang melakukan penjajakan. Selain itu, beberapa perusahaan air line dan kampus juga berminat membeli Signature 8 Puri City. Siganture 8 bisa dipakai untuk service apartemen, hotel apartemen (apartel), budget hotel maupun dormitory. 

“Kami targetkan Agustus nanti sudah terjual. Kami buka dengan harga mulai Rp 13 miliar per lantai. Saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat,” tandas Wahyu Hartanto. (fix/rud) 

(sb/jpg/jek/JPR)