Tak tanggung-tanggung dari rumah milik Putra Lingga Tan, 47, warga Jalan Klampis Semolo Timur 6 tersebut pelaku menggondol perhiasan senilai Rp 3 miliar. Kasus tersebut terjadi setelah pelaku berhasil menggendam pembantu korban.

Kasus pencurian dengan modus gendam tersebut sebenarnya terjadi pada Senin (6/11), namun baru mencuat Jumat (1/12). Berawal saat pelaku menghampiri pembantu korban sekitar pukul 13.30. Saat itu, pembantu yang biasa dipanggil Mbak Tin tersebut usai berbelanja di pasar yang tidak jauh dari rumah korban. Kebetulan saat itu, dia di rumah sendirian. 

Saat menemui Mbak Tin, pelaku seorang pria itu mengatakan Mbak Tin kini dalam pengaruh guna-guna yang dibuat oleh majikannya. Awalnya Mbak Tin tidak percaya, namun pelaku terus mencoba menyakinkannya.

Caranya, pelaku meminta Tin untuk membuka mulut dan saat itu, dari mulutnya keluar sebuah kapas dan benang yang berlumuran darah. Diduga itu hanya setingan pelaku untuk memperlancar modusnya. 

Meski demikian, hal itu membuat Tin terpengaruh. Setelah mengeluarkan kapas dan benang dari mulut Tin, pelaku mengaku juga bisa menyembuhkan penyakitnya. Syaratnya Tin harus mengambil barang-barang berharga milik majikannya. Dari sinillah, Tin benar-benar sudah tak sadar alias linglung. 

Tanpa banyak berpikir, Tin lantas bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar korban. Dia mencongkel lemari korban dengan menggunakan obeng. Dia mengambil sejumlah barang berharga seperti, perhiasan emas yang terdiri dari liontin, gelang, kalung, cincin. Tak hanya itu, 11 jam tangan mewah, tujuh di antaranya adalah merek Rolex. Semuanya, diambil Tin yang terpengaruh gendam. 

Setelah menguras laci lemari, semua barang tersebut diberikan kepada pelaku. Kemudian, pelaku bergegas meninggalkan rumah. Setelah beberepa menit kemudian, Tin tersadar dan langsung syok. Ia segera menghubungi korban yang saat itu sedang bekerja.  

Setelah mendapat laporan tersebut korban pulang dan mendapati barangnya senilai Rp 3 miliar raib. Korban melaporkan kasus pencurian ini ke Satreskrim Polrestabes Surabaya. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Leonard Sinambela membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Dia mengatakan baru mendapat laporan resmi pada Rabu (9/11). Setelah itu, polisi melakukan olah TKP dan memeriksa pembantu korban. Hasilnya, polisi mendapatkan ciri-ciri pelaku. 

“Keterangan yang menyebutkan ciri-ciri pelaku kami jadikan sebagai bahan penyelidikan. Hasilnya, kami berhasil mengantongi identitas pelaku,” ungkap AKBP Leonard. 

Meski demikian, Leonard masih enggan menyebutkan identitas pelaku gendam tersebut. Dengan alasan pihaknya masih melakukan pengejaran. Dia mengatakan pelaku tersebut sudah profesional dan diduga kerap beraksi di sejumlah perumahan elit di Surabaya. 

“Saat ini, tim anti bandit sedang mengejar pelaku. Tunggu saja, setelah kami tangkap, kami akan segera menyampaikan kepada rekan-rekan,” tandas Leo.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)