Hal itu terungkap saat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Buleleng, melangsungkan rapat koordinasi, kemarin.

Dalam rapat tersebut, Sekretariat TKPK Buleleng mencatat, angka kemiskinan di Buleleng pada tahun 2013 mencapai 40.300 jiwa. Sementara pada tahun 2013, angka kemiskinan turun menjadi 37.480 jiwa.

Ketua TKPK Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra mengatakan, pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap program-program yang berjalan dalam empat tahun terakhir.

Meski disebut sudah cukup berhasil menurunkan angka kemiskinan, namun program harus dievaluasi kembali sehingga laju penurunan angka kemiskinan bisa lebih pesat.

“Perencanaan harus dibuat sebaik-baiknya, sehingga evaluasi dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan bisa berjalan lebih baik lagi,” kata Sutjidra.

Nantinya seluruh program satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersentuhan dengan penanggulangan kemiskinan, akan dievaluasi secara berkala tiap tahunnya.

Sehingga bisa berpengaruh dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sutjidra juga menyatakan data kemiskinan akan diperbarui secara berkala.

Sehingga penurunan angka kemiskinan dapat diketahui secara riil. “Jadi nanti kita tahu angka kemiskinan di Buleleng itu

bagaimana setiap tahunnya. Trendnya bagaimana. Biar angka ini tidak dijadikan komoditi politik terus,” tukasnya. 

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link