MAYANGAN – Proses pembentukan Dewan Pendidikan Kota Probolinggo yang saat ini tengah dilakukan Disdikpora,  disorot Komisi I DPRD kota setempat. Komisi I menilai, proses pembentukan Dewan Pendidikan periode 2018-2023 itu, tidak transparan.

“Buktinya, ada pengaduan dari masyarakat tentang tidak terbukanya informasi mengenai pendaftaran Dewan Pendidikan,” ujar Abdul Azis, Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo.

Karena itu, Komisi I membuka posko pengaduan terkait proses pendaftaran Dewan Pendidikan. Apalagi, sudah ada pengaduan dari masyarakat yang memprotes proses pendaftaran Dewan Pendidikan ini.

Posko dibuka sejak Jumat (8/12) di kantor DPRD kota setempat. “Sudah ada yang mengadu ke Komisi I. Makanya kami tindaklanjuti dengan membuka posko pengaduan,” jelasnya.

Politisi PKB ini mengungkapkan, keterbukaan tidak harus selalu diartikan dengan banyaknya baner yang dipasang Disdikpora. Atau banyaknya iklan tentang proses pendaftaran Dewan Pendidikan.

“Yang terjadi yaitu, informasi yang disampaikan kepada komunitas pendidikan ini dinilai masih kurang. Sehingga, banyak yang tidak tahu tentang proses pendaftaran,” ujarnya.

Tidak hanya itu. Disdikpora menurut Azis, juga tidak membangun komunikasi dengan Komisi I tentang proses pendaftaran Dewan Pendidikan. “Padahal Komisi I yang selama ini mendorong Disdikpora segera membentuk Dewan Pendidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, selama sebulan proses pendaftaran anggota Dewan Pendidikan Kota Probolinggo 2018-2023, tercatat sudah ada 35 pendaftar. “Sampai tanggal 2 Desember total ada 35 orang yang mendaftar jadi anggota Dewan Pendidikan. Namun ini masih harus diseleksi lagi,” ujar Wahyu Ratnawati, ketua panitia seleksi Dewan Pendidikan Kota Probolinggo.

Selanjutnya, dari 35 pendaftar ini, akan diseleksi menjadi 22 nama calon anggota Dewan Pendidikan. Nama-nama itu kemudian diserahkan ke Wali Kota.

“Nanti Walikota yang akan memilih 11 orang untuk mengisi pos sebagai anggota Dewan Pendidikan,” terangnya.

Perempuan yang juga sekretaris Disdikpora ini mengungkapkan, proses seleksi dimulai dari seleksi administrasi. Yaitu, pengecekan kelengkapan pendaftaran. Baru dilanjutkan dengan tes tulis dan tes wawancara. Materi tes tulis dan tes wawancara ini, seputar dunia pendidikan.

Source link