Bunga sekar yang biasanya dibandrol Rp 3 ribu untuk satu kemasan pincuk daun, sejak tiga hari lalu, harga sudah naik jadi Rp 5 ribu per pincuk. Hal tersebut dibenarkan Sriani, salah satu pedagang bunga sekar di Pasar Setonobetek. “Sejak kemarin harganya sudah beda dari biasanya,” terangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri (13/5).

Ia juga menerangkan bila datangnya bulan puasa membawa berkah sendiri bagi sekelompok pedagang bunga sekar. “Ya jelas berbeda seperti ini dengan hari-hari biasa. Begini ini rame dan rejo,” imbuhnya sambil tertawa senang.

Wanita yang bertempat tinggal di Kelurahan Bandar Lor ini mengaku bila tidak ada perbedaan jumlah stok bunga sekar yang ia jual. “Kalau stok ya sama aja, tapi lebih banyak terjual saat musim nyekar begini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bila kenaikan harga bunga sekar di pasaran tidak disebabkan oleh stok bunga, melainkan karena menjadi tradisi jelang puasa dan lebaran. Hal serupa juga diungkapkan oleh mbah Musrikah yang juga berdagang sekar di kawasan Pasar Setonobetek. “Kalau ndak arep posoan (tidak jelang bulan puasa), kurang ramai,” katanya sambil tersenyum.

Ia juga menjelaskan menaikkan harga bunga hanya saat hitungan hari jelang puasa dan hitungan hari jelang lebaran. “Selain hari-hari khusus ya stabil lagi, Rp 3 ribu perbungkus,” jelas perempuan 78 ini.

Sementara itu, kawasan Jalan Kyai Mojo juga dihiasi para pedagang bunga sekar di pinggir trotoar. Salah satunya Suwarti, ia mengaku hari-hari jelang puasa memang yang selalu ditunggu semua pedagang bunga sekar. “Istimewalah, karena permintaan konsumen itu banyak. Semua kerabat dan keluraga disekar,” terangnya sambil menata bunganya ditampah. Juga ia ungkap bila kenaikan harga bunga sekar saat itu sudah dianggap maklum bagi semua kalangan, karena memang dianggap tradisi.

Kusdianto, salah satu pembeli bunga sekar di kawasan Jalan Kyai Mojo bersama istrinya mengaku selalu rutin melakukan tradisi nyekar saat jelang bulan puasa dan sebelum lebaran untuk kerabat dan keluarga yang sudah meninggal. “Tradisi turun menurun ya, jadi sekali beli bunga ya cukup banyak. Ini saja habis Rp 65 ribu,” pungkasnya.

(rk/*/die/JPR)

Source link