SURABAYA – Pemkot Surabaya melarang penggunaan sirkuit drag race di kawasan stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dijadikan lahan parkir. Larangan tersebut disampaikan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Surabaya untuk menjaga kualitas sirkuit bertaraf internasional tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Surabaya M Afghani Wardhana mengatakan, larangan diberikan agar aspal di lintasan sepanjang 450 meter itu bisa tetap baik. Sehingga, jika sewaktu-waktu digunakan sirkuit yang menelan anggaran Rp 16 miliar tersebut bisa digunakan dengan aman.

“Memang kami putuskan tidak membuka lahan parkir saat sepak bola di sirkuit drag race,” ujarnya.

Pejabat yang akrab disapa Afghan ini menegaskan, saat ini untuk menampung para penonton sepak bola di GBT menggunakan lahan parkir yang ada. Jika membludak maka penempatan parkir bisa menggunakan sisi jalan yang ada.

“Memang belum bisa menampung semua penonton nanti akan kita tambahi fasilitasnya lagi,” jelasnya.

Menurutnya, sirkuit drag race yang berada di sisi selatan stadion GBT memang cukup luas. Namun, fasilitas itu tidak untuk parkir bagi penonton. Malah saat ada laga pertandingan sepak bola, kawasan drag race memang sengaja dikunci.

“Jika dipaksakan nanti jagrak motor bisa merusak aspal. Nanti malah rugi dan merusak sirkuit,” tambahnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penambahan fasilitas di GBT khususnya lahan parkir. Usulan tersebut nantinya akan dipertimbangkan selain pembangunan jalan di akses masuk GBT.

“Bukannya kami tidak mendukung penonton sepak bola tetapi ada aturan khusus yang diperuntukkan untuk keamanan sirkuit,” terangnya.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, secara bertahap akses di GBT memang akan ditambah. Termasuk akses jalan yang nantinya juga untuk menambah lahan parkir di kawasan tersebut.

“Sudah kami rancang. Masih banyak rawa-rawa dan tambak yang harus diuruk untuk tambahan akses jalan,” katanya.

Menurutnya, solusi yang khususnya untuk menampung jumla penonton untuk parkir dan akses jalan sudah diperhatikan. Salah satunya dengan rencana realisasi jalan lingkar luar barat yang nantinya jadi akses ke kawasan GBT.

“Secara bertahap nanti kita berikan fasilitas yang baik karena di Benowo itu jadi akses olahraga,” ucapnya.

Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri mengakui, lahan parkir di kawasan GBT memang sangat kurang. Dia mendukung jika kawasan drag race tidak digunakan untuk parkir. Namun, harus ada solusi agar penonton bisa masuk stadion dengan aman dan nyaman. (vga/rud)

(sb/vga/jay/JPR)